Monday, 17 Muharram 1441 / 16 September 2019

Monday, 17 Muharram 1441 / 16 September 2019

Klarifikasi Komjen Iriawan Soal Kasus Novel Baswedan

Ahad 14 Jul 2019 16:42 WIB

Rep: Rizkyan Adiyudha/ Red: Teguh Firmansyah

Komjen M Iriawan.

Komjen M Iriawan.

Foto: Republika/Hartifiany Praisra
Iriawan mengaku sempat mengingatkan Novel, tapi ia tak tahu apa-apa soal penyiraman.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mantan Kapolda Metro Jaya Komjen Mochamad Iriawan mengaku siap melawan tuduhan-tuduhan yang dilayangkan kepadanya. Termasuk soal kabar diperiksa oleh Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) terkait kasus Novel Baswedan.

Baca Juga

Munculnya nama Iriawan alias Iwan Bule berawal dari keterangan TGPF kasus Novel Baswedan yang mengaku telah memeriksa seorang perwira polisi.

"Bukan diperiksa tetapi klarifikasi atau ngobrol. Kalau diperiksa itukan di-BAP, tetapi pertemuan saya dengan TGPF tidak ada pemeriksaan," kata Iwan Bule dalam keterangan resmi di Jakarta, Ahad (14/7).

Sekretaris Utama Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) mengaku tetap tenang dalam pertemuan dengan TGPF.  Hal itu lantaran ia memang tidak mengetahui apa-apa soal pelaku penyiraman air keras ke wajah Novel Baswedan.

"Saya nggak tahu apa-apa tentang pelaku penyiraman Novel apalagi tau pelakunya. Saya nggak ada sangkut paut dengan kasus ini. Mungkin TGPF, merasa saya tahu kasusnya Novel, saya bilang nggak tahu," katanya.

Iwan Bule tak menampik sempat ditanyai perlihal pertemuan dengan Novel Baswedan oleh TGPF di Polda Metro Jaya. Namun dia menyangkal jika pertemuan tersebut terkait dengan kasus penyiraman air keras.

"Saya diskusi masalah sinergitas Polri dan KPK dalam penanganan korupsi. Kala itu, Novel datang bersama Brigadir Arif, itu sahabatnya dia. Dia anak buah saya di Brimob Polda Metro Jaya. lewat dia akhirnya ketemu saya," paparnya.

Iwan Bule menerangkan, pertemuanya dengan Novel Baswedan kala itu juga terkait dengan penangananan kasus korupsi besar dan dapat masuk ke sektor-sektor yang belum bisa diungkap KPK semisal mafia pangan. Dia mengatakan, mereka bertemu di ruang kerja kapolda metro.

"Kemudian saya sempat ditanya (TGPF) kapan lagi pernah ketemu, saya jawab pernah ke rumahnya (Novel) diajak Arif juga karena anaknya Novel lahir, nama anaknya Umar. Saya silaturahmi," katanya.

Dia mengaku sempat mengingatkan Novel Baswedan terkait dengan adanya ancaman kepada penyelidik KPK. Namun, dia melanjutkan, hanya dalam hal konteks wajar.

"TGPF mempunyai asumsi bahwa saya ke rumah Novel itu memberi tahu bahwa nanti akan ada yang menganiayai, makanya diingatkan harus hati- hati. Mereka juga berasumsi bahwa saya tau pelaku dari pada  penyiraman ke Novel. Ini kan aneh," heran Iwan Bule.

Dari pada berasumsi, Iwan Bule menyarankan TGPF supaya mencari pelaku penyiraman Novel Baswedan benar-benar dengan serius. Dia mengatakan, TGaPF harusnya menjelaskan apa yang sudah dilakukan mulai dari TKP, temuan-temuan lain yang memberikan petunjuk kepada peristiwa dan kendala-kendala sehingga TPGF belum bisa mengungkap atau menemukan fakta.

Dia mengungkapkan, tuduhan kepadanya atas kasus penyiraman air keras ke wajah Novel Baswedan selama ini telah berdampak kepada keluarganya. Menurutnya, hal tersebut telah menjatuhkan nama baiknya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA