Thursday, 21 Zulhijjah 1440 / 22 August 2019

Thursday, 21 Zulhijjah 1440 / 22 August 2019

Jokowi: Dukung Mati-matian Kandidat Boleh, Asal ....

Ahad 14 Jul 2019 22:24 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Teguh Firmansyah

Presiden terpilih Joko Widodo menyampaikan pidato dalam acara Visi Indonesia di Sentul International Convetion Center, Bogor, Jabar, Ahad (14/7).

Presiden terpilih Joko Widodo menyampaikan pidato dalam acara Visi Indonesia di Sentul International Convetion Center, Bogor, Jabar, Ahad (14/7).

Foto: Republika/Prayogi
Jokowi ingin agar bangsa Indonesia memiliki norma yang tetap dijunjung.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa usai gelaran pemilu telah berakhir. Menurutnya, dalam berdemokrasi, menjadi pendukung salah seorang kandidat pilpres dan menjadi kelompok oposisi merupakan hal yang wajar.

Baca Juga

Namun, ia mengingatkan agar militansi terhadap seorang kandidat tertentu tak menimbulkan kebencian dan dendam terhadap kandidat lainnya. Apalagi justru disertai dengan berbagai hinaan dan cacian terhadap kandidat lain.

“Dalam demokrasi, mendukung mati-matian seorang kandidat itu boleh. Mendukung dengan militansi yang tinggi itu juga boleh. Menjadi oposisi itu juga sangat mulia. Silakan. Asal jangan oposisi menimbulkan dendam. Asal jangan oposisi menimbulkan kebencian. Apalagi disertai dengan hinaan, cacian, dan makian,” ujar Jokowi saat menyampaikan pidato Visi Indonesia di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Ahad (14/7).

.

Presiden mengingatkan, bangsa Indonesia memiliki norma-norma agama, etika, tata krama, dan juga budaya luhur yang harus dijunjung. Karena itu, persatuan dan kesatuan menjadi hal utama yang harus dijaga oleh masyarakat.

Pada Sabtu, Jokowi bertemu dengan Prabowo di Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Keduanya bahkan sempat berbincang di dalam MRT selama perjalanan ke Senayan. Pertemuan ini sekaligus menjawab pertanyaan selama ini soal rekonsiliasi di antara kedua belah pihak.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA