Senin, 22 Safar 1441 / 21 Oktober 2019

Senin, 22 Safar 1441 / 21 Oktober 2019

Jokowi: Ini Bukan Tentang Aku atau Kamu

Senin 15 Jul 2019 09:34 WIB

Rep: dessy suciati saputri/flori sidebang/rizkyan adiyudha/ nugroho habibi / Red: Karta Raharja Ucu

Presiden terpilih Joko Widodo menyampaikan pidato dalam acara Visi Indonesia di Sentul International Convetion Center, Bogor, Jabar, Ahad (14/7).

Presiden terpilih Joko Widodo menyampaikan pidato dalam acara Visi Indonesia di Sentul International Convetion Center, Bogor, Jabar, Ahad (14/7).

Foto: Republika/Prayogi
Jokowi dan Kiai Maruf Amin menyiapkan lima rencana pembangunan untuk lima tahun

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indonesia saat ini berdiri menghadapi perkembangan global yang serba cepat dan dunia yang terus berubah. Karena itu, pasangan presiden dan wakil presiden (wapres) terpilih Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma'ruf Amin menyiapkan lima alur kebijakan yang disampaikan dalam pidato umum mengenai rencana pembangunan mereka pada acara Visi Indonesia di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Ahad (14/7) malam.

Dalam acara tersebut, Jokowi menyampaikan sejumlah sasaran pembangunannya lima tahun mendatang. Pertama, melanjutkan pembangunan infrastruktur yang akan menyambungkan seluruh potensi bangsa.

"Kita sambungkan industri kecil, kawasan ekonomi khusus, dan wisata," kata Jokowi di hadapan ribuan pendukungnya di SICC.

Selanjutnya, Jokowi ingin menggeser fokus pembangunan ke sumber daya manusia (SDM). Salah satu prog ram pembangunan SDM itu dengan menguatkan kesehatan anak- anak Indonesia yang berada di usia emas. Selanjutnya, mendirikan lembaga yang akan mengoptimalkan talenta-talenta anak-anak bangsa.

photo
Pasangan Presiden dan Wakil Presiden terpilih Joko Widodo dan KH Ma'ruf Amin berserta isteri berbincang sebelum memberikan salam kepada para pendukung dan relawan dalam acara Visi Indonesia di Sentul International Convetion Center, Bogor, Jabar, Ahad (14/7).

Jokowi juga menekankan perlunya membuka pintu investasi seluas-luasnya. Pemerintah, kata Jokowi, juga akan memangkas kerumitan birokrasi. "Oleh sebab itu, butuh menteri-menteri yang berani. Kalau ada lembaga yang tidak bermanfaat dan bermasalah, sekali lagi, kalau ada lembaga tidak bermanfaat dan bermasalah, saya pastikan saya bubarkan," kata dia.

Di akhir pidato, Jokowi menekankan perlunya oposisi dalam demokrasi Indonesia. Syaratnya, oposisi tersebut tidak menimbulkan dendam serta tidak berlandaskan kebencian dan fitnah.

"Ini bukanlah tentang aku atau kamu, juga bukan kami atau mereka. Bukan soal barat atau timur, bukan selatan atau utara. Sekarang bukan saatnya memikirkan itu semuanya. Tapi, ini saatnya memikirkan tentang bangsa kita bersama. Jangan ragu, jangan pernah ragu untuk maju karena kita mampu jika kita bersatu," kata Jokowi disambut riuh tepuk tangan dan sorakan pendukung.

KH Ma'ruf juga menekankan hal serupa. Ia mendoakan kebaikan untuk semua warga Indonesia tanpa kecuali. "Negara ini negara kesatuan, tidak hanya kesatuan dalam arti politik, tapi kesatuan dalam arti ekonomi, economic unity, karena itu visi Indonesia ke depan harus dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia, harus dinikmati semua kita tanpa kecuali, di mana pun mereka berada," kata KH Ma'ruf.

Ia meminta semua orang Indonesia mengambil peran membangun bangsa, bahkan jika hanya jadi sebutir pasir dalam bangunan Indonesia. Bukan hanya untuk pendukung 01, tapi juga pendukung 02. Juga untuk yang memilih tidak mendukung 01 maupun 02, kata KH Ma'ruf. Ia ke mudian mengajak pen dukung menyanyikan Padamu Negeri dan menutup pidato dengan doa.

Acara kemarin dihadiri para petinggi parpol pen dukung Jokowi-KH Ma'ruf pada pemilihan presiden 2019 lalu. Tampak petinggi PDI Perjuangan, Golkar, PKB, PPP, Nas dem, Hanura, dan parpol-parpol lain.

photo
Presiden Joko Widodo berserta isteri memberikan salam kepada para pendukung dan relawan dalam acara Visi Indonesia di Sentul International Convetion Center, Bogor, Jabar, Ahad (14/7).

Penyampaian pidato Jokowi yang dilanjutkan doa KH Ma'ruf berjalan singkat. Kendati demikian, lapangan Sentul International Convention Center sudah terlebih dulu disesaki pendukung sejak sore hari dengan suguhan pertunjukan musik.

Pada saat bersamaan dengan penyampaian pidato Jokowi, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang menjadi pesaing pada pilpres 2019 lalu menekankan, ia telah mempersembahkan seluruh hidupnya demi kepentingan bangsa. Secara tegas, Prabowo mene gaskan, ia tidak melakukan tawar-menawar terhadap cita-cita dan nilai bangsa. Prabowo mengatakan, bangsa Indonesia harus mampu mandiri dan dapat menikmati kekayaan alam yang dimiliki.

"Indonesia yang berdiri di atas kaki kita sendiri. Rakyat Indonesia yang menikmati hasil kekayaan dari Indonesia sendiri," tulis Prabowo melalui akun Instagram @prabowo, Ahad (14/7). Dalam unggahan itu, Prabowo menautkan foto yang menggambarkan dirinya bersama cawa pres Sandiaga Uno sedang berada di tengah lautan massa pendukungnya pada masa kampanye pilpres 2019 lalu.

Prabowo juga menegaskan dukungannya terhadap keutuhan Indonesia. "Indonesia yang utuh dari Sa bang sampai Merauke, Bhinneka Tunggal Ika yang berdasarkan UUD 45," tulis Prabowo.

VISI INDONESIA
-Percepatan infrastruktur kepusat-pusat perekonomian,wisata, dan produksi.
-Jaminan kesehatan anak danpemberdayaan talenta-talentalokal.
-Membuka pintu investasiseluas-luasnya untuklapangan pekerjaan.
-Reformasi dan pemangkasanalur birokrasi agar proinvestasi.
-Menjamin penggunaan APBNyang tepat sasaran danterfokus.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA