Sabtu, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 Desember 2019

Sabtu, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 Desember 2019

Mihajlovic Tegar Melawan Kanker

Selasa 16 Jul 2019 07:11 WIB

Rep: Reja Irfa Widodo/ Red: Karta Raharja Ucu

Sinisa Mihajlovic

Sinisa Mihajlovic

Foto: REUTERS/Alessandro Garofalo
Mihajlovic berkomitmen untuk menang menghadapi leukemia yang diidapnya.

REPUBLIKA.CO.ID, BOLOGNA -- Legenda sepakbola Yugoslavia, Sinisa Mihajlovic mengidap penyakit yang cukup serius, kanker darah atau leukemia. Pernyataan Miha lewat konferensi video, Santu (13/7) itu pun menjawab penyebab tidak hadirnya dia sepanjang akhir pekan mendampingi anak asuhnya di Bologna. Pelatih yang baru saja ditunjuk menggantikan Fillipo Inzhagi itu tidak hadir di latihan pra musim I Rosso blu, julukan Bologna, yang digelar di Dolomites, Italia.

Kesehatan memang menjadi alasan utama absennya pelatih berusia 50 tahun itu, tetapi tidak ada yang mengira Mihajlovic menderita penyakit yang cukup serius. Para penggawa Bologna, yang melakukan konferensi video dengan Mihajlovic, seolah tidak percaya dengan pernyataan pelatih asal Serbia tersebut. Bagi mereka, Mihajlovic selayaknya juru selamat yang membawa mereka keluar dari jurang degradasi pada musim lalu.

Bahkan, menggantikan Inzaghi pada akhir Januari 2019, Mihajlovic berhasil membawa Bologna finis di peringkat ke-10, posisi yang tidak pernah mereka sangka pada awal musim ini kala terus terpuruk di zona degradasi. "Tentu saja, tidak ada yang berharap ini terjadi. Miha seperti layaknya ayah bagi kami. Jadi, kami akan berjuang untuk dia layaknya dia berjuang bersama kami pada musim lalu,'' ujar kapten Bologna Blarem Dze maili, seperti dikutip Football Italia, Sabtu (13/7).

Bukan hanya para penggawa Bologna yang terkejut dengan vonis leukemia tersebut, hal serupa juga dirasakan oleh Mihajlovic saat pertama kali mendengar vonis dokter terkait penyakitnya. Mantan pelatih Inter Milan itu mengaku sempat begitu terpukul dan menghabiskan waktu selama dua hari untuk meratapi vonis ter sebut.

Eks bek sayap Lazio itu mengungkapkan, dirinya sudah terdeteksi menderita leukemia sebelum pramusim Bologna digelar. Terlebih, ayah Mihajlovic meninggal dunia karena mengidap kanker.

Alhasil, Mihajlovic harus selalu melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Akhirnya, setelah melakukan serangkaian tes medis, dokter memastikan Mihajlovic menderita penyakit yang disebabkan oleh produksi berlebihan sel darah putih tersebut.

Namun, Mihajlovic dikenal sebagai petarung yang tidak kenal lelah dan menyerah, baik saat sebagai pemain ataupun pelatih. Sikap ini pula yang akan dia tunjukkan saat berusaha melawan kanker darah yang dideritanya.

"Saya tahu, saya akan menang. Saya selalu bermain untuk mengincar kemenangan, baik di dalam sepak bola ataupun kehidupan. Penyakit ini masih bisa diobati, dan Anda bisa pulih. Saya tidak sabar untuk menja lani pengobatan dan mengalahkan penyakit ini," ujar Mihajlovic dalam sebuah konferensi pers di Bologna, seperti dikutip Football Italia, Ahad (14/7).

photo
Sinisa Mihajlovic

Rencananya, Mihajlovic akan segera melakukan proses penyembuhan leukemia di Rumah Sakit Sant'Orsola, Bologna, pada Selasa (16/7) waktu setempat. Dokter tim Bo logna, Gianni Nanni, mengungkapkan, Mihajlovic tengah menderita leukemia akut. Nanni mengaku akan melakukan pemeriksaan untuk mengetahui jenis kanker yang diderita Mihajlovic guna menentukan waktu proses pengobatan yang akan ditempuh.

Kendati begitu, Nanni optimistis leukemia yang diderita Mihajlovic dapat disembuhkan. "Apalagi, dia adalah sosok yang begitu kuat. Saya telah mengenalnya selama 10 tahun lebih. Dia akan kembali dengan fisik dan mental yang lebih kuat. Dia layaknya tank,'' kata Nanni.

Terkait kelanjutan kiprah Mi hajlovic sebagai kursi pelatih Bologna, Presiden Bologna Joey Saputo menegaskan akan tetap mempertahankan Mihajlovic. Dukungan terhadap mantan pemain yang dikenal memiliki kemampuan tendangan bebas mematikan itu pun datang dari seluruh pihak di Bologna.

"Mihajlovic masih dan akan tetap menjadi pelatih Bologna. Di titik ini, masalah profesionalitas dapat dinomor duakan. Sinisa akan menghadapi pertarungan yang lebih besar dalam hidupnya. Bersama saya, klub, dan seluruh kota ini, dia telah menemukan rekan untuk bisa menang dalam pertarungan itu," kata Saputo, seperti dikutip BBC.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA