Rabu, 20 Zulhijjah 1440 / 21 Agustus 2019

Rabu, 20 Zulhijjah 1440 / 21 Agustus 2019

Gempa Bali Terasa Hingga ke Malang

Selasa 16 Jul 2019 09:56 WIB

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Teguh Firmansyah

Gempa. Ilustrasi

Gempa. Ilustrasi

Foto: Reuters
BMKG menyebut gempa yang mengguncang Bali berkekuatan 5,8 SR.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Warga di Kabupaten Malang dan sekitarnya ikut merasakan getaran gempa Bali pada Selasa pagi.  Salah satu warga Tumpang, Pipit menceritakan saat ia  duduk santai di kursi rumahnya, tiba-tiba kursi yang didudukinya bergerak. Karena kaget, dia pun diam seketika untuk memastikan gerakan tersebut.

Baca Juga

"Dan begitu sadar gempa, langsung keluar rumah," kata Pipit kepada Republika.co.id, Selasa (16/7).

Sepengatahuan Pipit, gempa yang dialaminya berlangsung cukup lama. Apalagi, ia sempat melihat lampu rumah yang bergoyang-goyang tak berkesudahan. Karena kekhawatiran itu, dia mengaku, sempat berdiri lama di luar rumah. "Tapi Alhamdulillah nggak potensi tsunami pas tadi liat di Twitter," jelas Pipit.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Karangkates, Kabupaten Malang, Musripan menjelaskan,  wilayah Samudera Hindia Selatan Bali-Nusa Tenggara memang diguncang gempa bumi tektonik, Selasa (16/7) pukul 07.18 WIB. Hasil analisis BMKG menunjukkan informasi awal gempa bumi ini berkekuatan 6 SR yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi 5,8 SR.

Menurut Musripan, episenter gempa bumi terletak pada koordinat 9,08 LS dan 114,55 BT. Atau, tepatnya berlokasi di laut pada jarak 80 kilometer (km) arah selatan Kota Negara, Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali. Pusatnya terjadi di kedalaman 104 km.

Berdasarkan pengamatan BMKG, gempa bumi berkedalaman menengah ini diakibatkan oleh aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menyusup ke bawah Lempang Eurasia. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan, ini dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan jenis naik mendatar (oblique thrust fault).

Sejauh ini, guncangan gempa bumi turut dirasakan di daerah Badung V MMI, Nusa Dua IV-V MMI, Denpasar dan Mataram. Lalu Lombok Tengah, Lombok Barat IV MMI, Banyuwangi, Karangkates, Sumbawa, Lombok Timur dan Lombok Utara III MMI. Selanjutnya juga di jember, lumajang II- III MMI.

"Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi tidak berpotensi tsunami," tegasnya.

Dengan adanya gempa bumi ini, Musripan mengimbau warga agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Warga juga diminta agar menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. "Periksa dan pastikan juga bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah," tambah dia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA