Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Andre: Prabowo tak Mungkin Berkhianat

Selasa 16 Jul 2019 14:35 WIB

Rep: Ali Mansur/ Red: Teguh Firmansyah

Prabowo Subianto (Kiri) dan Presiden RI, Joko Widodo (Kanan)

Prabowo Subianto (Kiri) dan Presiden RI, Joko Widodo (Kanan)

Foto: Republika TV/Sapto Andika Candra
Prabowo bersama Gerindra menjadi oposisi sejak partai itu berdiri.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pertemuan Prabowo Subianto-Joko Widodo menuai kontroversi. Meski menuai pujian, pertemuan banyak ditentang oleh pendukung Prabowo-Sandiaga Uno.

Baca Juga

Wasekjen Partai Gerindra Andre Rosiade mengerti dengan perasaan kecewa dari para pendukung Prabowo.  Apalagi para pendukungnya telah bekerja sangat keras sepanjang Pilpres 2019.

Namun Andre menegaskan, Prabowo tidak mungkin mengkhianati para pendukungnya hanya demi jabatan.  "Saya ingin tegaskan kami adalah partai yang tidak gampang tergoda kursi kabinet dan jabatan lainnya," tegas Andre saat dihubungi melalui pesan singkat, Selasa (16/7).

Tidak hanya itu, kata Andre, Prabowo bersama Partai Gerindra telah menjadi oposisi sejak berdiri hingga saat ini. Tidak hanya konsisten di luar pemerintahan juga berkali-kali menolak iming-iming jabatan.

Artinya sangat tidak mungkin Prabowo berkhianat hanya demi mendapatkan jatah kursi untuk partainya. Bahkan, selama pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla pihaknya tidak mengambil tawaran kursi kabinet.

"Terus sekarang Pak Prabowo juga Gerindra dituduh telah mengkhianati cuma untuk mendapatkan jabatatan. Ingat 10 tahun kami berada di luar pemerintahan. Tentu fakta ini membuktikan kami konsisten dan tidak gampang tergoda,” tutur mantan juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Selasa (16/7).

Andre menambahkan, pertemuan Prabowo-Joko Widodo di MRT Lebak Bulus kemudian lanjut makan bareng di FX Senayan memang memiliki tujuan. Tidak lain yaitu agar Indonesia guyub dan rekan pasca-Pilpres 2019.

Bahkan pertemuan tersebut juga demi membebaskan para pendukungnya yang saat ini masih mendekam di balik jeruji. Andre menyatakan dengan tegas bahwa pertemuan itu bukan karena kursi.

"Saya sangat yakin Prabowo tidak pernah berkhianat demi jabatan. Coba tanyakan kepada para pendukungnya. Mulai dari tokoh,  tertua adat dan ulama yang sudah bebas mengenai komitmen pak Prabowo yang akan selalu bersama pendukungnya,” kata Andre.

Sebelumnya, dalam pertemuan yang menghebohkan itu Prabowo datang lebih dulu di Stasiun MRT Lebak Bulus Jakarta pada pukul 09.51 WIB, Sabtu (13/7).  Selang beberapa menit kemudian giliran Jokowi bersama rombongan datang.

Keduanya bersalaman dan langsung naik kereta ratangga bersama menuju Senayan. Selanjutnya, keduanya makan bersama di rumah makan Sate Khas Senayan, FX Sudirman.

Dalam pidatonya, Prabowo menilai pertemuannya dengan Joko Widodo memiliki suatu dimensi dan arti yang sangat penting. Ia juga mengaku sebenarnya bersahabat dengan Jokowi. Adapun terkait persaingan diantara keduanya, kata Prabowo, hanyalah tuntutan politik dan demokrasi.

"Tetapi sesudah berkompetisi dan bertarung dengan keras, kadang-kadang. Tetapi kita tetap dalam kerangka keluarga besar RI. Kita sama-sama anak bangsa. Kita sama-sama patriot dan sama-sama ingin berbuat terbaik untuk bangsa," kata Prabowo.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA