Saturday, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 December 2019

Saturday, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 December 2019

Gempa Bali Sebabkan Kerusakan Bangunan di Jember

Selasa 16 Jul 2019 15:06 WIB

Red: Christiyaningsih

Pemuka agama Hindu memantau kerusakan pada bagian candi yang runtuh akibat gempa di Pura Lokanatha, Denpasar, Bali, Selasa (16/7/2019).

Pemuka agama Hindu memantau kerusakan pada bagian candi yang runtuh akibat gempa di Pura Lokanatha, Denpasar, Bali, Selasa (16/7/2019).

Foto: Antara/Nyoman Budhiana
BPBD Jember mencatat gempa Bali menimbulkan kerusakan di rumah sakit dan sekolah

REPUBLIKA.CO.ID, JEMBER -- Beberapa bangunan di Kabupaten Jember, Jawa Timur, mengalami kerusakan akibat gempa di Bali pada Selasa (16/7). Gempa yang terjadi pada pagi hari itu bermagnitudo 5,8 dan berpusat di Kabupaten Jembrana, Bali.

"Ada beberapa bangunan yang dilaporkan terdampak gempa bumi Bali yang mengalami kerusakan ringan seperti rumah sakit, rumah warga, puskesmas, dan sekolah," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember Heru Widagdo.

Laporan yang masuk ke Pusat Pengendali Operasi Penanggulangan Bencana Jember menyebut empat bangunan Rumah Sakit Daerah dr Soebandi Jember mengalami kerusakan ringan akibat gempa. Kerusakan terjadi pada bangunan poli rawat jalan (dinding retak), Bank Darah Rumah Sakit (dinding dan plafon retak), dan poli kandungan (plafon dan pilar toilet retak).

Gempa juga menyebabkan dinding bangunan Puskesmas Ambuluretak, atap satu ruang kelas SDN Sumbersalak 5 jebol, dan satu rumah warga di Kecamatan Kencong rusak ringan. "Saat ini petugas Pusdalops dan tim reaksi cepat (TRC) sedang melakukan assesment terhadap dampak gempa Bali di sejumlah titik di Jember," kata Heru.

Direktur Rumah Sakit Daerah dr Soebandi Jember, Hendro Soelistijono, mengatakan gempa bumi menyebabkan kerusakan ringan pada lantai dua bangunan rumah sakit. "Hanya kerusakan ringan seperti retak di dinding, namun tidak akan mengganggu pelayanan di RSD dr Soebandi Jember," katanya.

Ia menambahkan gempa juga menyebabkan satu karyawan mengalami syok karena mengalami gangguan irama jantung. Saat ini karyawan tersebut masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Gempa bumi yang berpusat di selatan Jawa-Bali-Nusa Tenggara pada Selasa pagi juga dilaporkan menimbulkan kerusakan di Banyuwangi. Dampak gempa bumi itu dilaporkan dirasakan di Badung, Nusa Dua, Denpasar, Mataram, Lombok Tengah, Lombok Barat, Banyuwangi, Karangkates, Sumbawa, Lombok Timur, Lombok Utara, Jember, dan Lumajang.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA