Thursday, 9 Sya'ban 1441 / 02 April 2020

Thursday, 9 Sya'ban 1441 / 02 April 2020

Satu Korban Luka dan 38 Bangunan Rusak Akibat Gempa Bali

Selasa 16 Jul 2019 18:12 WIB

Rep: Ronggo Astungkoro/ Red: Andi Nur Aminah

Tembok ruang kelas retak akibat gempa di SD Negeri 8 Ungasan, Badung, Bali, Selasa (16/7/2019).

Tembok ruang kelas retak akibat gempa di SD Negeri 8 Ungasan, Badung, Bali, Selasa (16/7/2019).

Foto: Antara/Fikri Yusuf
Bangunan-bangunan yang rusak itu terbagi di dua wilayah yakni Bali dan Jatim.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan, terdapat satu orang korban luka-luka akibat gempa yang terjadi di Bali. Gempa berkekuatan 5,8 magnitudo yang terjadi Selasa (16/7) pagi tadi itu membuat 38 bangunan mengalami kerusakan berat maupun ringan.

Baca Juga

"Satu orang luka-luka, 38 bangunan mengalami kerusakan," ujar Pelaksana Harian Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat BNPB Agus Wibowo, di kantor BNPB, Jakarta Timur, Selasa (16/7).

Agus menerangkan, terdapat enam rumah dari 38 bangunan yang mengalami kerusakan tersebut. Dua rumah di antaranya mengalami rusak berat, dua rumah rusak sedang, dan dua sisanya mengalami rusak ringan.

Bangunan lainnya, yakni lima unit sarana peribadatan, 11 unit sarana pendidikan, dua unit sarana kesehatan, tujuh unit gedung pemerintah, lima unit fasilitas umum, satu hotel, dan satu kios. Bangunan-bangunan yang rusak itu terbagi di dua wilayah, yakni di Bali 25 bangunan dan di Jawa Timur 13 Bangunan.

Gempa bumi yang terjadi pada pukul 07.18 WIB itu disebabkan oleh aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menyusup ke bawah Lempeng Eurasia. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan jenis naik mendatar (oblique thrust fault).

Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 9,08 LS dan 114,55 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 80 km arah selatan Kota Negara, Kabupaten Jembrana, Propinsi Bali pada kedalaman 104 km. Gempa bumi berkedalaman menengah tersebut menurut hasil pemodelan BMKG tidak berpotensi tsunami.

Guncangan gempa dilaporkan dirasakan di daerah Badung V Modified Mercalli Intensity (MMI), Nusa Dua IV-V MMI, Denpasar, Mataram, Lombok Tengah, Lombok Barat IV MMI, Banyuwangi, Karangkates, Sumbawa, Lombok Timur, Lombok Utara III MMI, serta Jember dan Lumajang II- III MMI.

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA