Monday, 18 Zulhijjah 1440 / 19 August 2019

Monday, 18 Zulhijjah 1440 / 19 August 2019

BPS: Rokok Sebabkan Penduduk Kepri Miskin

Selasa 16 Jul 2019 20:08 WIB

Red: Ani Nursalikah

Ancaman rokok yang mematikan

Ancaman rokok yang mematikan

Foto: Republika
ontribusi rokok pada kemiskinan sebesar 8,66 persen di perkotaan.

REPUBLIKA.CO.ID, TANJUNGPINANG -- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rokok menjadi salah satu komoditas yang menyebabkan penduduk Provinsi Kepulauan Riau miskin. Kepala BPS Kepri Zulkiplidi Tanjungpinang, Selasa mengatakan pada Maret 2019 komoditas makanan yang memberikan sumbangan terbesar pada garis kemiskinan baik di perkotaan maupun di perdesaan pada umumnya hampir sama.

Baca Juga

Beras memberi sumbangan sebesar 15,61 persen di perkotaan dan 23,48 persen di perdesaan. Sedangkan rokok kretek filter memberikan sumbangan terbesar kedua terhadap garis kemiskinan.

"Kontribusi rokok pada kemiskinan sebesar 8,66 persen di perkotaan dan 10,83 persen di perdesaan," katanya.

Komoditas lainnya yang menyebabkan jumlah penduduk miskin bertambah, yakni ayam ras, sebesar 4,12 persen di perkotaan dan 3,52 persen di perdesaan, kue basah 3,19 persen di perkotaan dan 5,29 persen di perdesaan, tongkol atau tuna 2,94 persen di perkotaan dan 2,38 di perdesaan.

"Komoditas bukan makanan yang memberikan sumbangan terbesar baik pada garis kemiskinan di perkotaan dan perdesaan adalah perumahan, listrik, dan bensin," katanya.

Zulkipli menjelaskan berdasarkan periode September 2018-Maret 2019, garis kemiskinan naik sebesar 4,59 persen, yaitu dari Rp 567.972 per kapita per bulan pada September 2018 menjadi Rp 594.059 per kapita per bulan pada Maret 2019.

Komponen garis kemiskinan terdiri dari garis kemiskinan makanan dan garis kemiskinan bukan makanan. Peranan komoditi makanan masih jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditas bukan makanan.

"Besarnya sumbangan GKM terhadap GK pada Maret 2019 sebesar 66,66 persen," katanya.

Ia mengatakan jumlah masyarakat miskin pada Maret 2018-Maret 2019 mencapai 128.462 orang, naik sebanyak 3.100 orang dibanding September 2018.

"Namun secara umum tingkat kemiskinan di Provinsi Kepulauan Riau pada periode 2012- 2019 mengalami fluktuasi baik dari sisi jumlah maupun persentase," ujarnya.

Bila dibanding dengan Maret tahun sebelumnya jumlah penduduk miskin turun 3.214 orang. Berdasarkan daerah tempat tinggal, kata dia pada periode September 2018-Maret 2019, jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan bertambah sebanyak 5.748 orang, sedangkan daerah perdesaan berkurang sebanyak 2.649 orang.

Persentase kemiskinan di perkotaan naik dari 5,15 persen menjadi 5,33 persen. "Di perdesaan turun sebesar 0,22 dari 11,26 persen menjadi 11,04 persen," ujarnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA