Minggu, 23 Muharram 1441 / 22 September 2019

Minggu, 23 Muharram 1441 / 22 September 2019

Perahu Terbalik Saat Melaut, Seorang Nalayan Hilang

Rabu 17 Jul 2019 04:00 WIB

Rep: Eko Widiyatno/ Red: Dwi Murdaningsih

[ilustrasi] Aktivitas nelayan saat bongkar muat hasil tangkapan ikan laut di Pelabuhan Banda Aceh, pada Maret 2016.

[ilustrasi] Aktivitas nelayan saat bongkar muat hasil tangkapan ikan laut di Pelabuhan Banda Aceh, pada Maret 2016.

Foto: EPA/Hotli Simanjuntak
Nelayan yang hilang masih dicari petugas.

REPUBLIKA.CO.ID, CILACAP -- Tiga nelayan di pantai Lengkong Kecamatan Cilacap Selatan Kabupaten Cilacap, mengalami musibah saat hendak pergi melaut, Selasa (16/7) pagi. Perahu jukung yang mereka gunakan, terbalik saat baru akan hendak menyeberangi kawasan ombak laut di kawasan pantai.

Akibat kejadian itu, tiga nelayan dan seluruh peralatan untuk menangkap ikan yang berada di atas perahu, terlempar ke laut. Dua orang nelayan yang terdiri dari Sana dan Kus, berhasil menyelamatkan diri dengan berpegangan pada bangkai perahu. Namun seorang nelayan lainnya, Watino (35), hilang ditelan gelombang.

Baca Juga

Komandan Basarnas Pos SAR Cilacap Moelwahyono, menyebutkan hingga Selasa petang pihaknya masih melakukan pencarian korban nelayan yang hilang. ''Kami melakukan pencarian korban dengan melibatkan elemen SAR lainnya,'' katanya.

Pencarian antara lain dilakukan dengan menyusuri perairan kawasan pantai dengan menggunakan beberapa kapal. Namun ada juga tim yang bertugas menelusuri kawasan pantai, untuk menelisik kemungkinan korban sudah terdampar di pantai.

Menurutnya, para nelayan yang menjadi korban, adalah para nelayan dengan perahu kecil yang biasanya berangkat melaut pada pagi hari sekitar pukul 05.30, dan kembali ke darat pada pukul 12.00. Nelayan ini menggunakan perahu jenis jukung yang terbuat dari bahan plastik fiber, dengan dua sayap sebagai penyeimbang.

Para nelayan di Cilacap yang pantainya menghadap ke laut lepas, bila hendak pergi melaut memang harus menyeberangi kawasan ombak yang cukup tinggi di kawasan bibir pantai. Setelah melalui kawasan ombak ini, para nelatan baru bisa melakukan aktivitas menangkap ikan karena kondisi ombak sudah relatif lebih tenang.

Milwahyono memperkirakan, perahu korban terbalik karena terjadi kesalahan posisi perahu saat menyeberangi kawasan ombak. ''Prinsipnya, saat menyeberangi kawasan ombak ini posisi perahu jangan sampai sejajar dengan gelombang. Tapi posisi harus tegak lurus dengan garik gelombang,'' katanya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA