Wednesday, 11 Rabiul Awwal 1442 / 28 October 2020

Wednesday, 11 Rabiul Awwal 1442 / 28 October 2020

Pengamat Sarankan Pengungsi Ditempatkan di Pulau Reklamasi

Rabu 17 Jul 2019 13:32 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Pengendara melintas di depan spanduk penolakan keberadaan para pencari suaka di Kalideres, Jakarta, Selasa (16/7/2019).

Pengendara melintas di depan spanduk penolakan keberadaan para pencari suaka di Kalideres, Jakarta, Selasa (16/7/2019).

Foto: Antara/Rivan Awal Lingga
Membeludaknya jumlah pengungsi bisa menimbulkan gesekan sosial.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengajar dan pengamat hubungan internasional dari Universitas Bina Nusantara, Dinna Wisnu, berpendapat bahwa pengungsi bisa ditempatkan di pulau reklamasi yang kosong di Jakarta Utara. Ini agar tidak menciptakan masalah sosial baru.

"Pengungsi harus ditempatkan di tempat-tempat yang terisolasi dari masyarakat dan dipantau ketat seperti dulu di pulau Galang saat Indonesia menerima pengungsi dari Vietnam," ujar Dinnadi Jakarta, Rabu.

Doktor hubungan internasional itu menilai ketika pengungsi asing di Jakarta melebur di tengah masyarakat seperti yang terjadi saat ini, hal tersebut akan menimbulkan gesekan horisontal dan masalah-masalah sosial baru.

Dinna menambahkan, permasalahan pengungsi adalah persoalan internasional. Selama sumber masalah tidak selesai maka aliran pengungsi akan terus terjadi.

Saat ini negara-negara yang menandatangani Konvensi PBB 1951 tentang Pengungsi memilih untuk membatasi jumlah pengungsi yang diterima dan menjadi penyebab utama terjadinya penumpukan pengungsi di negara-negara transit, seperti Indonesia.

Meski demiikian, kebijakan pembatasan jumlah penerimaan pengungsi tersebut tidak dapat diintervensi oleh negara manapun.

"Jadi harus diakui bahwa Indonesia terjepit dalam masalah ini, seperti juga yang dialami negara-negara transit lainnya, seperti Malaysia," ujar mantan perwakilan Indonesia untuk Komisi Antarpemerintah ASEAN tentang HAM (AICHR) itu.

Dinna mengapresiasi upaya Indonesia di tingkat multilateral yang mendorong kerja sama dan dialog dengan Australia, Eropa, Amerika. Tetapi situasi ekonomi di negara-negara tujuan memang sedang tidak memungkinkan untuk meningkatkan penyerapan pengungsi.

Sebelumnya, Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta, Irmansyah, saat ini jumlah pencari suaka yang ditampung di gedung bekas Kodim, Kali Deres, Jakarta Barat, mencapai 1.100 orang.

Irmansyah menambahkan, para pencari suaka yang datang ke tempat penampungan di Kali Deres membludak. Ada pula yang datang menggunakan kendaraan sendiri. Kemungkinan para pencari suaka yang datang itu bukan berasal dari kawasan Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat yang jumlahnya hanya sekitar 250 orang.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA