Monday, 24 Muharram 1441 / 23 September 2019

Monday, 24 Muharram 1441 / 23 September 2019

Pedagang Makanan Keluhkan Harga Cabai Kian Mahal

Rabu 17 Jul 2019 18:20 WIB

Rep: Febryan A/ Red: Andi Nur Aminah

Pedagang sayuran sedang menunggui lapaknya yang sepi pengunjung di Pasar Baru Bekasi, Bekasi Timur, Kota Bekasi, Rabu (17/7). Menurunnya jumlah pembeli lantaran harga cabai rawit merah masih bertahan di angka Rp 80.000 per kilogram.

Pedagang sayuran sedang menunggui lapaknya yang sepi pengunjung di Pasar Baru Bekasi, Bekasi Timur, Kota Bekasi, Rabu (17/7). Menurunnya jumlah pembeli lantaran harga cabai rawit merah masih bertahan di angka Rp 80.000 per kilogram.

Foto: Republika/Bayu Adji P
Pedagang berharap pemerintah turun tangan untuk mengatasi kenaikan harga cabai ini.

REPUBLIKA.CO.ID, Kenaikan harga cabai ini membuat para pedagang menjerit. Salah satunya, Ari (34), yang berjualan gado-gado dan ketoprak di Simpang Kartini, Kota Bekasi. "Udah parah ini naiknya, kita yang jualan serba susah," kata Ari.

Hingga saat ini, sambung Ari, dirinya belum menaikan harga jual makanan. Dia enggan menaikan harga jual ketopraknya yang seharga Rp 12 ribu itu karena takut pelanggan kabur.

Baca Juga

Strategi mengurangi cabai dalam komposisi makanan juga tak ia lakukan. Padahal itu bisa dijadikan cara untuk menghemat modal. "Kalau dikurangin nanti harga beda, pelanggan juga kabur. Ya ini risiko jualan namanya," ucap Ari sembari terus menyiapkan pesanan gado-gado pelanggannya.

Meski demikian, ia tak menutup kemungkinan untuk menaikan harga jual gado-gado dan ketopraknya jika harga cabai terus naik. "Kalau sampai akhir bulan ini terus naik juga, ya dengan terpaksa kita naikin juga. Udah enggak bisa kita tahan terus harga jual makanan," ungkapnya.

Hendra (24) juga mengeluhkan kenaikan harga cabai. Dia yang berjualan gorengan di dekat Pasar Proyek Kota Bekasi, mengaku, tak bisa berbuat apa-apa dengan kenaikan ini. "Sebagian yang beli ada yang ngerti (cabai naik), mereka pun minta cabainya tidak banyak. Tapi yang tidak ya tetap juga minta banyak," ujar Hendra.

Dia pun berharap agar pemerintah segera turun tangan untuk mengatasi kenaiakan harga cabai ini. "Semoga cepat turun, karena kita yang jualan paling terdampak," ucapnya.

Kementerian Perdagangan (Kemendag) menduga melonjaknya harga cabai dalam beberapa waktu terakhir karena kurangnya pasokan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Tjahja Widayanti mengatakan, pihaknya saat ini tengah berkordinasi dengan Kementerian Pertanian untuk mengetahui secara pasti penyebab lonjakan ini. Data itu, kata dia, diperlukan untuk menentukan kebijakan yang akan diambil kedepannya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA