Friday, 22 Zulhijjah 1440 / 23 August 2019

Friday, 22 Zulhijjah 1440 / 23 August 2019

Panglima TNI Minta Pasukan Waspadai Upaya Radikalisasi

Rabu 17 Jul 2019 20:12 WIB

Rep: Ronggo Astungkoro/ Red: Nashih Nashrullah

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

Foto: Antara/Yulius Satria Wijaya
Upaya radikalisasi perlu diwaspadai agar bangsa tak terpecah belah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto, meminta setiap komandan satuan di bawahnya untuk mewaspadai adanya upaya radikalisasi. 

Dia mengatakan, setiap komandan satuan barus memiliki kemampuan yang tinggi dan wawasan yang luas agar dapat mengarahkan prajuritnya dengan baik. Setiap komandan satuan harus terlebih dahulu memiliki kemampuan yang tinggi dan wawasan yang luas agar dapat mengarahkan dengan baik. 

Baca Juga

‘Waspadai upaya memecah belah, radikalisasi maupun dampak negatif lainnya dari perkembangan lingkungan yang ada,” ujar Hadi dalam keterangan pers yang Republika.co.id terima, Rabu (17/7).

Panglima TNI mengatakan, tantangan yang semakin kompleks kedepan menuntut TNI untuk memiliki personel dan satuan yang adaptif. Menurutnya, TNI harus bisa mengeksploitasi teknologi yang semakin maju.

"Kompleksitas tersebut menuntut TNI memiliki personel dan satuan yang adaptif. Untuk itu, kita tidak boleh terlena dengan berbagai kemajuan teknologi dan harus dapat mengeksploitasinya demi kemajuan TNI," kata Hadi.

Hadi mengingatkan, TNI tidak lagi dapat bersikap tertutup dari segala perubahan dan kemajuan yang ada. Dengan begitu, setiap komandan satuan dia minta untuk bertanggung jawab untuk meningkatkan kemampuan dan wawasan anggotanya.

"Saudara-saudara bertanggung jawab atas apa yang dilakukan dan tidak dilakukan oleh setiap anak buah. Komandan satuan adalah tumpuan setiap anggota dalam berbagai hal,” tutur dia.

Hadi juga menekankan, salah satu hal yang mendasar dalam keberhasilan tugas pokok adalah sumber daya manusia yang mendukung. Untuk itu, sebagai alat pertahanan negara, TNI membutuhkan prajurit-prajurit yang profesional.

“Profesionalisme itu hanya akan bisa dicapai bila prajurit terdidik dan terlatih dengan baik. Terdidik dan terlatih untuk melaksanakan tugas yang menjadi tanggung jawabnya. Terlebih tantangan yang akan kita hadapi dimasa mendatang akan semakin kompleks,” jelasnya.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA