Senin, 12 Rabiul Akhir 1441 / 09 Desember 2019

Senin, 12 Rabiul Akhir 1441 / 09 Desember 2019

Cabe Larang, Pedagang Nasi Padang Meradang

Kamis 18 Jul 2019 04:36 WIB

Rep: Febryan. A/ Red: Karta Raharja Ucu

Pedagang cabai di Pasar Induk Cikurubuk, Kota Tasikmalaya, Rabu (17/7).

Pedagang cabai di Pasar Induk Cikurubuk, Kota Tasikmalaya, Rabu (17/7).

Foto: Republika/Bayu Adji P
Kenaikan harga cabai membuat keuntungan para pedagang menipis

REPUBLIKA.CO.ID, Kening Norman tiba-tiba mengkerut ketika menceritakan harga cabai yang baru dibelinya di Pasar Baru Kota Bekasi. Alasannya kenaikan harga cabai sehingga pria berusia 58 tahun itu harus memutar otak untuk menyiasati harga jual nasi padang di warungnya.

Norman hampir setiap pagi membeli cabai untuk kebutuhan Rumah Makan Cahayo Bundo miliknya yang berlokasi di Jalan Ir H Juanda, Kota Bekasi. Jika harga normal, Norman biasa membeli enam kilogram cabai hijau dan dua kilogram cabai merah.

"Tadi pagi cuma beli cabai hijau tiga kilo. Ya harus dikurangin karena harganya sudah naik dua kali lipat lebih," kata Norman di rumah makannya, Rabu (17/7).

Norman mengatakan, harga cabai merah merah keriting ia beli tadi pagi seharga Rp 60.000 per kilogram. Sedangkan cabai hijau keriting harganya Rp 35.000 per kilogramnya.

"Kalau harga normal, kan masing-masing Rp 20.000 dan Rp 13.000," kata pria asal Pariaman, Sumatra Barat itu.

Kenaikan harga cabai sejak dua pekan terakhir ini, membuat Norman sedikit bersiasat ketika menghidangkannya kepada pelanggan. Jika pelanggannya makan langsung di tempat, maka ia akan memberikan hidangan cabai lebih sedikit dari biasanya.

"Kalau minta tambahan cabai, baru kita kasih lagi. Kadang kan ada juga yang tidak terlalu suka banyak cabai," ujar pria yang sudah delapan tahun berjualan nasi padang di Kota Bekasi itu.

Tapi, kata dia, siasat itu tak bisa dipakai jika pelanggan membeli nasi dengan cara dibungkus. Ia harus memberikan cabai sebanyak yang ia berikan biasanya saat harga cabai normal. "Jangan sampai pelanggan kecewa," ucapnya.

Norman mengaku, hanya itu yang bisa perbuat untuk mengatasi kenaikan harga cabai. Tak mungkin, kata dia, cabai tak disediakan untuk sebuah hidangan nasi padang. Pasalnya, cabai bukanlah sekedar pelengkap hidangan, karena, tanpa cabai, lauk cincang ataupun randang sekalipun akan terasa tak lengkap.

Istri Norman, Erna (52 tahun) yang duduk di sampingnya pun menangukkan kepala sebagai tanda persetujuan atas ucapan itu. Erna mengatakan, pilihan menaikkan harga jual juga bukanlah solusi untuk mengatasi naiknya ongkos produksi. Kini, mereka tetap menjual nasi padang seharga Rp 18.000 per porsi. Kalau dinaikan menjadi Rp 20.000, kata Erna, maka para pelanggan pasti akan enggan berbelanja lagi.

"Apalagi sekarang aja udah sepi, masa mau dinaikin. Ya tambah sepilah," ujarnya.

Sebagai risiko, sambung Erna, keuntungan yang mereka dapat akan menipis dengan tak menaikkan harga. Ia pun tak mau ambil pusing. Karena ketika harga cabai kembali normal, mereka bisa menambal minimnya pendapatan saat ini.

"Kalau harga cabai murah lagi, kan kita gak nurunin harga jual juga. Di sanalah penambalnya," ucap perempuan asal tanah Minangkabau itu.

Untuk itu, Erna dan Norman berharap agar harga cabai kembali normal seperti sedia kala. "Kalau pasokan dari berbagai daerah sudah masuk lagi ke Pasar Baru Bekasi, pasti harga bakal normal lagi," ucap Norman.

Sementara itu, para pedagang di Pasar Baru Bekasi menduga kenaikan harga cabai ini diakibatkan oleh musim kemarau. "Pasokan akhirnya minim, ya harga naik di Pasar Induk Cibitung, kita pun jual terpaksa naikin," kata Mono (35), salah seorang pedagang sayuran di Pasar Baru Bekasi.

Akibat kenaikan harga cabai yang drastis itu, penjualan Mono juga mengalami penurunan drastis. Kini setiap harinya, ia hanya mampu menjual 20 kilogram. Padahal, saat harga normal mereka bisa menjual cabai hingga 40 kilogram per hari.

"Pembeli yang biasanya beli satu kilogram, ya sekarang akhirnya cuma beli seperempat aja," kata Fajar, mengeluh.

Pedagang lainnya, Ibnu Fajar (28) mengatakan, harga cabai rawit merah saat ini telah menyentuh angka Rp 80.000 per kilogram. "Kalau normalnya kan cuma Rp 25.000 sampai Rp 30.000," kata Fajar ketika ditemui di lapaknya.

Begitupun harga cabai merah keriting, kata dia, juga mengalami kenaiakan drastis. Harga jual cabai merah keriting di lapaknya saat ini Rp 65.000. "Biasanya kalau normal juga sekitar Rp 25.000," ucapnya.

Berdasarkan data Harga Kebutuhan Pokok 17 Juli 2019 dari Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pasar Baru Bekasi, harga cabe rawit merah tercatat Rp 70.000. Sedangan cabe merah keriting Rp 63.000.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA