Monday, 18 Zulhijjah 1440 / 19 August 2019

Monday, 18 Zulhijjah 1440 / 19 August 2019

Petani Garam di Gunung Kidul Kesulitan Jual Produk

Kamis 18 Jul 2019 01:30 WIB

Red: Nidia Zuraya

Petani memanen garam di areal tambak garam rakyat Desa Kedungmutih, Wedung, Demak, Jawa Tengah, Senin (8/7/2019).

Petani memanen garam di areal tambak garam rakyat Desa Kedungmutih, Wedung, Demak, Jawa Tengah, Senin (8/7/2019).

Foto: Antara/Aji Styawan
Petani garam di Gunung Kidul disarankan untuk menurunkan harga jual

REPUBLIKA.CO.ID, GUNUNG KIDUL -- Petani garam di Desa Kanigoro, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kesulitan memasarkan produknya karena termasuk kualitas premium. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Gunung Kidul Krisna Berlian mengatakan harga garam biasa atau kualitas rendah hanya Rp 1.500 per kilogram, sedangkan garam kualitas premium mencapai Rp 7.500 per kg.

Baca Juga

"Kualitas garam produksi petani garam Kanigoro termasuk kualitas premium. Hal ini sangat dilematis karena masyarakat masih mengesampingkan kualitas garam sehingga garam kualitas premium menjadi kurang diminati oleh masyarakat," kata Krisna di Gunung Kidul, Rabu (17/7).

Ia menyarankan petani garam menurunkan harga jual garam, supaya jumlah permintaan tinggi dan diharapkan mendongkrak jumlah produksi garam. Ia menyarankan harga jual garam dijual pada kisaran Rp 4.500 per kilogram, sekaligus sebagai promosi.

"Usulan saya ditolak oleh para petani. Kami tidak bisa berbuat banyak karena mareka yang memproduksi," katanya.

Sementara itu, Bendahara Kelompok Petani Garam Dadap Makmur, Pantai Dadap Ayam, Triyono mengatakan kelompoknya memang kesulitan menjual garam produksinya. Selain harga dianggap mahal, masyarakat belum menerima produksi garam mereka karena belum memiliki uji laboratorium.

Menurutnya, uiji laboratorium dibutuhkan untuk mengetahui kandungan garam di Pantai Dadap Ayam sehingga akan meyakinkan konsumen dari luar daerah bahwa garam produksi petani benar-benar berkualitas.

"Saat ini, kami memasarkan produksi haram di sekitar Pantai Dadap Ayam. Nanti kalau uji laboratorium sudah keluar, kami akan memasarkannya lebih luas lagi," katanya.

Triyono mengatakan Kelompok Petani Garam Dadap Makmur mampu memproduksi garam sebanyak 800 kilogram hingga satu ton dalam satu kali produksi. Garam tersebut diproduksi di 10 unit rumah produksi garam.

"Kami berharap pasar dapat menampung dan menerima produk garam kami. Semoga hasil uji lab dapat segera turun karena itu yang dibutuhkan oleh para petani," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA