Monday, 25 Zulhijjah 1440 / 26 August 2019

Monday, 25 Zulhijjah 1440 / 26 August 2019

Sulsel Terima Aset Rp 2,8 Triliun dari Lippo Group

Rabu 17 Jul 2019 21:14 WIB

Rep: Retno Wulandari/ Red: Andi Nur Aminah

James Riady bersama Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah di kantor Gubernur Sulsel setelah acara penyerahan aset.

James Riady bersama Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah di kantor Gubernur Sulsel setelah acara penyerahan aset.

Foto: dok. Humas Pemprov Sumsel
Aset diterima langsung oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah.

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR -- Sulawesi Selatan menerima dua aset senilai Rp 2,8 triliun dari PT Gowa Makassar Tourism Development (GMTD) Tbk yang merupakan anak perusahaan Lippo Group. Aset diterima langsung oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah.

Aset pertama berupa jalan sepanjang tujuh kilometer di kawasan elite Metro Tanjung Bunga. Aset kedua areal Stadion Barombong seluas 3,35 hektare. “Kata kuncinya agar pihak Lippo Group bersedia mengembalikan aset adalah tidak ada dusta di antara kita,” kata Nurdin, pada seremonial penyerahan kedua aset, di Baruga Lounge, Kantor Gubernur Sulsel, Rabu (17/7).

Baca Juga

Vice Chairman Lippo Group, James T Riady, turut hadir pada acara serah terima dua aset tersebut. Dia didampingi elite GMTD yang selama ini memiliki sertifikat hak guna bangunan atas kedua aset yaitu Didik J Rachbini selaku Preskom GMTD dan Andi Anzhar Cakra Wijaya selaku Presdir GMTD. GMTD sendiri saham terbesarnya dikuasai PT Lippo Karawaci Tbk.

Menurut Nurdin, pemerintah daerah berkomiten dalam mengurus berbagai aset yang dikembalikan untuk dimanfaatkan bagi sebesar-besarnya kepentingan masyarakat. Termasuk mempermudah berbagai perizinan bagi kalangan pengusaha, sepanjang tidak menyalahi hukum dan perundangan-undangan.

Menurut Presdir GMTD Andi Anzhar Cakra Wijaya, aset jalan di Metro Tanjung Bunga saat ini nilainya sekitar Rp 5 juta hingga Rp 9 juta per meter persegi. Jauh meningkat dibanding harga saat awal GMTD membeli di tahun 1991 yang masih berupa rawa dan semak belukar.

Sementara Preskom Didik J Rachbini menyatakan, pihaknya mengembalikan aset kepada Pemprov Sulsel setelah melihat visi Nurdin Abdullah dalam membangun infrastruktur. “Beliau membuktikan sanggup memangkas birokrasi perizinan di Sulsel yang sebelumnya berbelit,” katanya.

Nurdin memutuskan jalan Metro Tanjung Bunga yang berada di sepanjang bibir Pantai Losari untuk dijadikan landmark Kota Makassar. Pemerintah membangun pedestrian selebar 10 meter, sehingga masyarakat dan turis bisa menikmati indahnya Pantai Losari sembari berjalan kaki.

Tak hanya itu, pembangunan Stadion Barombong yang telah menghabiskan dana APBD Rp 200 miliar dan APBN Rp 16 miliar, tampaknya juga bakal segera tuntas. Stadion Barombong yang dibangun di bibir Pantai Losari, terletak di selatan Metro Tanjung Bunga.

“Bayangkan saja, kita selama delapan tahun membangun Stadion Barombong di atas tanahnya GMTD. Ahamdulillah, sekarang kita tinggal menunggu audit fisik untuk melanjutkan pembangunan Stadion Barombong,” kata Gubernur Nurdin.

Setelah kedua aset dikembalikan, maka rencana membangun jembatan menuju Stadion Barombong untuk mengurai kemacetan tampaknya bakal semakin mulus. Makassar pun bersiap memiliki dua landmark yang layak dibanggakan, yakni kawasan pedestrian Metro Tanjung Bunga dan Stadion Barombong.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA