Saturday, 22 Muharram 1441 / 21 September 2019

Saturday, 22 Muharram 1441 / 21 September 2019

Gubernur Kalteng Pede Palangka Raya Bakal Jadi Ibu Kota

Kamis 18 Jul 2019 10:48 WIB

Rep: Imas Damayanti/ Red: Friska Yolanda

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meluncurkan program pemberian bibit unggul sebesar 500 juta selama lima tahun atau Bun500, di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Kamis (18/7).

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meluncurkan program pemberian bibit unggul sebesar 500 juta selama lima tahun atau Bun500, di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Kamis (18/7).

Foto: Republika/Imas Damayanti
Palangka Raya telah dipersiapkan untuk menjadi ibu kota sejak era Presiden Sukarno.

REPUBLIKA.CO.ID, PALANGKA RAYA -- Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran yakin Palangka Raya, Kalimantan Tengah, akan didapuk sebagai ibu kota baru Indonesia. Alasan historis dan strategis dinilai menjadi faktor acuan mengapa Palangka Raya dapat dijadikan Ibu Kota RI selanjutnya. 

Menurut dia, dengan potensi luas wilayah Kalimantan Tengah 1,5 kali lebih luas dibanding Pulau Jawa membuat Palangka Raya sangat cocok menjadi Ibu Kota baru. Menurut dia, Provinsi Kalimantan Tengah juga provinsi terluas kedua setelah Papua. 

Baca Juga

“Kita siap, potensi Palangka Raya dan Kalimantan Tengah sangat besar,” kata Sugianto kepada wartawan, di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Kamis (18/7). 

Secara historis, menurut dia, Palangka Raya juga merupakan wilayah pilihan yang pantas menyandang predikat Ibu Kota sejak era Presiden Soekarno. Sejarah tersebut bahkan masih meninggalkan bukti fisik di pusat kota Palangka Raya. 

Dia menceritakan, di Palangka Raya terdapat ikon kota bernama Bundaran Besar yang terletak di jantung kota. Ikon tersebut menurutnya sudah dibangun dengan visi misi besar pemimpin Indonesia tempo dulu yang mempersiapkan Palangka Raya untuk Ibu Kota. Bahkan, Bundaran Besar dibangun lebih dulu dibandingkan Bunderan Hotel Indonesia, Jakarta. 

“Artinya, Palangka Raya memang sudah siap dan sudah saatnya jadi Ibu Kota RI,” kata Sugianto. 

Sebagai catatan, pemerintah masih mengkaji pemindahan Ibu Kota dari Jakarta ke wilayah Kalimantan. Pilihan wilayah Ibu Kota baru mengerucut yakni Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah. Diketahui, proyek pembangunan Ibu Kota baru bakal menelan biaya sebesar Rp 466 triliun yang akan didanai dengan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA