Monday, 19 Rabiul Akhir 1441 / 16 December 2019

Monday, 19 Rabiul Akhir 1441 / 16 December 2019

Mentan Klaim Produksi Cabai Masih Stabil

Kamis 18 Jul 2019 10:55 WIB

Rep: Imas Damayanti/ Red: Gita Amanda

Warga memanen cabai rawit di persawahan desa Ketitang, Jumo, Temanggung, Jawa Tengah, Selasa (16/7/2019).

Warga memanen cabai rawit di persawahan desa Ketitang, Jumo, Temanggung, Jawa Tengah, Selasa (16/7/2019).

Foto: Antara/Anis Efizudin
Kementan terus memacu produksi dan meningkatkan produktivitas komoditas pertanian.

REPUBLIKA.CO.ID, PALANGKARAYA -- Di tengah melonjaknya harga cabai di pasaran dalam kurun sebulan terakhir, Kementerian Pertanian (Kementan) mengklaim jumlah produksi cabai masih terkendali. Sedangkan pada sebelumnya, Kementerian Perdagangan (Kemendag) menduga harga cabai melonjak sebab suplai cabai di pasar minim.

Baca Juga

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, saat ini produksi cabai masih berlangsung stabil. Menurut dia, Kementan terus memacu sisi produksi dan meningkatkan produktivitas seluruh komoditas pertanian, termasuk hortikultura yang di dalamnya adalah cabai.

“Produksi (cabai) aman,” kata Amran singkat saat ditemui Republika.co.id, di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Kamis (18/7).

Sebagai catatan, Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) mengeluhkan pergerakan harga cabai yang terus melonjak. Harga cabai yang tinggi di pasar mengharuskan pedagang mengeluarkan modal hingga dua kali lipat. Belum lagi resiko dagang yang pedagang terima. Alasannya, pedagang mengakui ada penurunan jumlah permintaan cabai di saat tren harga terus merangkak naik.

Di sisi lain, Serikat Petani Indonesia juga sempat menyebut, produksi cabai cenderung minim. Kendati demikian, petani mengakui, harga pembelian cabai di tingkat petani cenderung stabil dan cukup menguntungkan. Meski begitu, petani juga berharap ketersediaan air dapat diupayakan pemerintah guna memacu produktivitas cabai.

Direktur Jenderal Tanaman Hortikultura Kementan Suwandi mengatakan, komoditas cabai cukup tahan terhadap ketersediaan air. Jadi, menurut dia, faktor kekeringan bukan menjadi kendala utama yang mencegah pertumbuhan produksi atau panen pada akhir Juli ini.

Apalagi, dia mengatakan, cabai merupakan komoditas yang bisa ditanam di manapun dengan fleksibilitas yang unik. “Cabai kan bisa ditanam di pot-pot, pekarangan rumah. Bisa itu, gampang,” kata Suwandi.

Berdasarkan catatan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, harga cabai rawit hijau rerata nasional sebesar Rp 57.400 per kilogram (kg). Sedangkan harga cabai rawit merah rearata nasional menembus Rp 64 ribu per kg. Mengacu statistik tersebut, harga tertinggi cabai dilaporkan ada di Provinsi Jambi sebesar Rp 100.100 per kg.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA