Senin, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 Februari 2020

Senin, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 Februari 2020

Polarisasi Pilpres, Tugas Pansel Capim KPK Dinilai Berat

Senin 08 Jul 2019 00:07 WIB

Red: Andri Saubani

Ketua Panitia Seleksi (Pansel) Calon Pimpinan KPK Yenti Garnasih (tengah) dan anggota pansel calon pimpinan KPK usai pertemuan di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (12/6).

Ketua Panitia Seleksi (Pansel) Calon Pimpinan KPK Yenti Garnasih (tengah) dan anggota pansel calon pimpinan KPK usai pertemuan di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (12/6).

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Total ada 384 pendaftar calon pimpinan KPK.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat politik Universitas Indonesia (UI) Donny Gahral Adian menilai, tugas Panitia Seleksi Calom Pimpinan (Pansel Capim) KPK lebih berat karena dibayangi polarisasi pemilihan presiden (pilpres). Total ada 384 pendaftar calon pimpinan KPK.

"Cukup berat karena polarisasi pilpres sedikit banyak cukup berpengaruh ketika orang ini mau daftar ini kubu 01 atau 02. Bisa enggak pansel berlaku objektif terhadap calon pimpinan KPK ini," kata Donny saat dihubungi di Jakarta, Ahad (7/7).

Lebih lanjut, Donny menyampaikan, tidak dipungkiri bahwa Pilpres 2019 lalu membelah masyarakat baik secara politis maupun ideologis. "Kita bukan mencari politisi tapi kita mencari pimpinan sebuah lembaga yang mempunyai fungsi penting untuk pemberantasan korupsi, tidak melihat latar belakang politiknya," tambahnya.

Menurutnya, kesetiaan calon pimpinan KPK terhadap Pancasila, NKRI, dan UUD 1945 menjadi acuan penting bagi pansel dalam memberikan penilaian, bukan latar belakang politiknya. "Hingga saat ini ada polarisasi yang keras kita tidak bisa berbuat banyak, pansel harus tetap netral dan imparsial dalam membuat penilaian," kata Donny.

Pendaftaran capim KPK resmi ditutup pada Kamis (5/7) dengan berbagai latar belakang pendaftar. Pansel menargetkan nama-nama capim KPK yang lolos seleksi administrasi bisa diumumkan pada 11 Juli mendatang. Setelah itu capim yang lolos dari total 384 pendaftar akan mengikuti uji kompetensi.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA