Senin, 12 Rabiul Akhir 1441 / 09 Desember 2019

Senin, 12 Rabiul Akhir 1441 / 09 Desember 2019

Dua Balita Pencari Suaka Dilarikan ke RS Kalideres

Kamis 18 Jul 2019 16:19 WIB

Rep: Mabruroh/ Red: Christiyaningsih

Suasana  para pengungsi para pencari suaka di depan gedung eks Kodim Kalideres, Selasa (16/7/2019).

Suasana para pengungsi para pencari suaka di depan gedung eks Kodim Kalideres, Selasa (16/7/2019).

Foto: Republika/Mabrurah
Dua balita anak pencari suaka mengalami demam tinggi dan dibawa ke RS Kalideres

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dua balita anak dari pencari suaka di gedung eks Kodim, Kalideres dilarikan ke RSUD Kalideres pada Rabu (18/7) malam. Balita bernama Mehran Fahimi (2 tahun) dan Milad Rahimi (2 tahun) mengalami demam tinggi selama tiga hari.

"Jadi tadi malam sekitar pukul 20.00 ada laporan ke Pos bahwa ada dua balita yang mengalami panas tinggi. Kemudian kami membawanya ke RSUD Kalideres pukul 20.16. Alhamdulillah sesampainya di rumah sakit sudah ditangani oleh pihak rumah sakit dengan cepat," kata petugas jaga Rory yang mengantarkan kedua balita tersebut, Kamis (18/7).

Menurutnya, balita atas nama Mehran Fahimi diharuskan rawat inap karena butuh tindakan medis lebih lanjut. Mehran Fahimi terkena infeksi di paru-paru.

Sedangkan Milad Rahimi, kata Rory, setelah menjalani pemeriksaan dapat langsung pulang dan tiba di lokasi pengungsian pukul 23.45. Orang tuanya hanya diminta untuk memantau demam Rahimi. "Menurut dokter yang menangani jika demamnya tidak turun maka diharuskan untuk cek laboratorium," terang Rory.

Sedangkan mengenai pembayaran di rumah sakit, menurutnya kedua balita tersebut tidak bisa ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Ini karena keduanya merupakan warga negara asal Afghanistan.

"Jadi dibantu CWS (Church World Service) untuk menutup pembiayaannya karena kalau menggunakan BPJS Kesehatan tidak bisa. BPJS tidak menutup pembiayaan kesehatan pengungsi asing untuk rawat inap," tambah Rory.

Kepala Badan Perlindungan dan Jaminan Sosial, Dinsos DKI Jakarta Tarmijo Damanik mengatakan pihaknya bersama dinas terkait lainnya siaga selama 24 jam di lokasi pengungsian. Bahkan saat ini telah disiapkan ambulans yang dapat digunakan dalam kondisi darurat.

"Kami juga memprioritaskan balita, ibu hamil, dan lansia. Kalau ada dari mereka yang kekurangan gizi kita berikan makanan tambahan, begitu juga kalau ada yang sakit, harus segera ditangani," ujar Damanik.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA