Rabu, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Rabu, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Soal GBLA, Pemkot Bandung akan Bertemu PT Adhi Karya

Kamis 18 Jul 2019 16:39 WIB

Rep: Zuli Istiqomah/ Red: Esthi Maharani

Salah satu sudut halaman Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) Kota Bandung, ditumbuhi ilalang, Rabu (17/7).

Salah satu sudut halaman Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) Kota Bandung, ditumbuhi ilalang, Rabu (17/7).

Foto: Republika/Edi Yusuf
GBLA belakangan menjadi sorotan karena disebut tidak terawat.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG — Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung berkomitmen menyelesaikan permasalahan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Stadion ini belakangan menjadi sorotan karena disebut tidak terawat.

Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengatakan pihaknya mengejar pertemuan dengan kontraktor PT Adhi Karya yang sebelumnya mengerjakan proyek pembangunan Stadion GBLA. Yana menilai tindaklanjut permasalahan Stadion GBLA adalah duduk bersama PT Adhi Karya.

“Saya sudah kontak PT Adhi Karya untuk minta selesain Jumat ini kita duduk bersama,” kata Yana di Balai Kota Bandung, Kamis (18/7).

Yana mengatakan perlu ada komunikasi dan kesepakatan dengan PT Adhi Karya terkait Stadion GBLA ini. Pasalnya selama ini Pemkot Bandung terhambat masalah aset yang belum diserahterimakan sehingga tidak bisa mengelola Stadion GBLA dengan maksimal.

Menurutnya dengan duduk bersama untuk membahas masalah ini maka dapat ditentukan solusinya. Pemkot Bandung tidak ingin gegabah bertindak karena berhubungan dengan aturan hukum. Sebab, berdasarkan temuan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), PT Adhi Karya disebut wanprestasi senilai Rp 4,7 miliar

“Mereka punya wanprestasi. Itu nggak bisa dihapus. Dianya mau nggaj bayar ke Pemkot atau bagaimana solusinya. Titik temu dulu. Pemkot nggak bisa hapus itu (wanprestasi) itu kan temuan BPK,” ujarnya.

Menurutnya, dalam pertemuan bisa ada negosiasi berkaitan hal ini. Ia berharap PT Adhi Karya bisa menyerahkan terlebih dahulu asetnya agar Pemkot Bandung bisa mengelola Stadion GBLA dengan lebih optimal sambil proses hukum berjalan.

“Bisa atau nggaknya tergantung pembicaraan, kesepakatan,” ucapnya.

Yana ingin Stadion GBLA secepatnya bisa menggelar pertandingan sepak bola, termasuk menjadi kandang Persib Bandung. Sebab hal itu juga berpengaruh terhadap programnya bersama Askot PSSI Kota Bandung dalam rangka mencetak bibit pesepakbola unggul agar bisa bermuara tergabung bersama tim Persib.

Menurut Yana dengan bermainnya Persib di Stadion GBLA menjadi potensi besar pendapatan yang masuk ke APBD Kota Bandung. Sebab sekali pertandingan maka pajak yang didapat Pemkot Bandung berkisar Rp 200 juta.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA