Monday, 18 Zulhijjah 1440 / 19 August 2019

Monday, 18 Zulhijjah 1440 / 19 August 2019

Ujicoba Rekayasa Lalin Sukajadi Terbukti Kurangi Kemacetan

Kamis 18 Jul 2019 22:39 WIB

Rep: Zuli Istiqomah/ Red: Esthi Maharani

Jalan Sukajadi menjadi satu arah dalam uji coba rekayasa lalu lintas, di Kota Bandung, Kamis (11/7).

Jalan Sukajadi menjadi satu arah dalam uji coba rekayasa lalu lintas, di Kota Bandung, Kamis (11/7).

Foto: Republika/Edi Yusuf
Rekayasa lalu lintas di kawasan Sukajadi menjadi permanen.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG — Pemerintah Kota Bandung dan Satlantas Polrestabes Bandung menyepakati untuk menerapkan rekayasa lalu lintas di kawasan Sukajadi menjadi permanen. Keputusan ini berdasarkan hasil evaluasi yang digelar dalam rapat Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) setelah sepekan rekayasa lalin diujicobakan.

Kasatlantas Polrestabes Bandung AKBP Agung Reza mengatakan berdasarkan hasil evaluasi uji coba disepakati bahwa rekayasa kawasan ini berdampak positif. Perubahan arus kendaraan ini terbukti mengurangi kemacetan hingga 70 persen sesuai prediksi awal.

“Kalau dilihat dari software VSim, pengurangannya memang 70 persen. Saat pertama diterapkan kita tidak bisa mencapai, bahkan kemacetan tidak berkurang. Tetapi secara berjalannya waktu, tiga hari, itu sudah mulai Nampak perubahan. Sampai hari ke-8, sudah mulai kelihatan pengurangan kemacetan yang kita tentukan benar-benar menjadi 70 persen. Seperti yang sudah disimulasikan oleh software VSim. Berarti sudah sangat akurat,” tutur Reza di Hotel Grandia, Kota Bandung, Kamis (18/7).

Menurutnya berdasarkan pantauan di lapangan memang terlihat Jalan Sukajadi dan sekitarnya menjadi lebih lengang. Laku kendaraan pun menjadi lebih cepat sehingga harus diantisipasi bagi pejalan kaki yang hendak menyebrang.

Meski demikian, ia menyebutkan memang masih ada titik kemacetan di sekitarnya yakni di persimpangan Jalan Pasteur dan Jalan HOS Tjokroaminoto. Menurutnya kepadatan di titik ini karena adanya lampu lalu lintas dan menjadi pertemuan kendaraan yang hendak ke Sukajadi atau Pasteur.

“Pasteur-Tjokro itu jadi muara pertemuan kendaraan. Tetapi itu lebih mudah diatur karena itu kepadatan di traffic light. Kita tinggal mengatur timing traffic light, kita tinggal berkoordinasi dengan Dishub, kemudian fase mana yang bisa dikurangi itu bisa diatur,” ujarnya.

Ia mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Dishub Kota Bandung untuk pengadaan sarana dan prasaran pendukung lalu lintas di kawasan Sukajadi. Seperti terkait rambu-rambu hingga zebra cross untuk membantu penyebrang jalan yang saat ini kesulitan menyebrang karena laju kendaraan menjadi cepat.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA