Sunday, 18 Rabiul Akhir 1441 / 15 December 2019

Sunday, 18 Rabiul Akhir 1441 / 15 December 2019

Lewat Bu Nining, Pemerintah Diharap Perhatikan Nasib Honorer

Jumat 19 Jul 2019 14:29 WIB

Rep: Alkhaledi Kurnialam/ Red: Friska Yolanda

Kunjungan Bupati Pandeglang Irna Narulita ke SDN Karyabuana 3 tempat mengajar sekaligus tempat tinggal guru Nining, Rabu (18/7).

Kunjungan Bupati Pandeglang Irna Narulita ke SDN Karyabuana 3 tempat mengajar sekaligus tempat tinggal guru Nining, Rabu (18/7).

Foto: Humas Pemkab Pandeglang
Pandeglang meminta kemudahan pengangkatan guru honorer, terutama yang usia lanjut.

REPUBLIKA.CO.ID, PANDEGLANG -- Bupati Kabupaten Pandeglang Irna Narulita berharap agar melalui kisah guru Nining Suryani (44 tahun), nasib honorer bisa lebih diperhatikan. Menurutnya tuntutan kesejahteraan dan rasa putus asa guru Nining agar bisa menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang sebenarnya juga dirasakan oleh guru honorer lain, adalah isu nasional yang wewenangnya ada di pemerintah pusat.

Baca Juga

"Kalau tentang pengangkatan PNS kan isu nasional, wewenangnya ada di pemerintah pusat. Berangkat dari Bu Nining, mudah-mudahan nasib guru honorer se-Indonesia bisa diangkat derajatnya," ujar Bupati Pandeglang Irna Narulita, Jumat (19/7).

Dirinya mengklaim telah beberapa kali meminta kepada kementerian agar Pandeglang bisa diberikan kuota lebih dalam pengangkatan calon PNS (CPNS). Permintaan itu juga dibarengi dengan keinginan pemerintah kabupaten (pemkab) diberikan porsi wewenang menilai CPNS bagi masyarakatnya, agar para guru honorer di Pandeglang terutama yang sudah berusia lanjut seperti guru Nining bisa diprioritaskan.

Permasalahan lain dari seleksi CPNS di Pandeglang adalah kemampuan para pesertanya yang sebagian besar masih awam akan teknologi informasi terbaru. Hal ini dinilai turut menjadi kendala dalam seleksi CPNS bagi guru honorer pada periode seleksi CPNS sebelumnya.

photo
Nining (44) guru honorer di SD Negeri Karya buana 3, Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang, terpaksa harus tinggal di toilet sekolah tempatnya mengajar karena kondisi ekonomi yang lemah, Senin (15/7).

"Jika ini (mengajar) dengan diniatkan keihkalasan, maka akan menjadi ladang pahala mereka. Tapi saya harap ini menjadi perhatian pusat untuk memberikan kelonggaran dalam pengangkatan PNS," terangnya.

Meski menurutnya pemberitaan yang beredar tentang guru Niing tinggal di Toilet perlu dikoreksi, yang sebenarnya tinggal di samping toilet, menurutnya melalui kisah Nining dirinya berterima kasih karena telah diingatkan untuk terus meningkatkan kesejahteraan warganya. "Saat ini rumah bu Nining sedang dibangunkan, anggaran yang digunakan ini dari patungan kita semua, dari para pejabat yang membantu, saya harap bisa segera terbangun. Bu Nining sementara ini tidak tinggal di tempat itu lagi, kadi kita kontrakkan hingga nunggu pembangunan selesai," tuturnya.

Pemerintah Kabupaten Pandeglang mengaku saat ini sudah mengumpulkan dana patungan untuk membantu guru Nining sebesar Rp 10 juta, dan berjanji membantu pembangunan rumah Nining hingga rampung. Saat ini, pembangunan rumah tinggal untuk guru Nining sudah pada tahap pembuatan pondasi rumah yang pengerjaannya dibantu secara gotong royong oleh masyarakat sekitar tempat tinggal guru Nining di Desa Karyabuana. 

photo
Suasana di lahan bekas rumah guru Nining yang roboh dan akan dibangun kembali untuk tempat tinggalnya, Desa Karyabuana, Cigeulis, Pandeglang, Banten, Kamis (18/7).

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA