Senin, 22 Safar 1441 / 21 Oktober 2019

Senin, 22 Safar 1441 / 21 Oktober 2019

Danau Toba Ditargetkan Raih Devisa Rp 14 Triliun

Jumat 19 Jul 2019 17:09 WIB

Red: Andi Nur Aminah

Kawasan hunian untuk wisatawan yang berada di tepi Danau Toba, Pulau Samosir, Sumatra Utara.

Kawasan hunian untuk wisatawan yang berada di tepi Danau Toba, Pulau Samosir, Sumatra Utara.

Foto: ANTARA/Anis Efizudin
Empat destinasi super prioritas mendapat tambahan anggaran, salah satunya Danau Toba.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Destinasi wisata Danau Toba sebagai salah satu destinasi wisata super prioritas yang sedang terus didorong perkembangannya oleh pemerintah ditargetkan mampu menyumbangkan devisa hingga Rp 14 triliun pada 2020. "Pemerintah menggelontorkan anggaran tambahan sebesar Rp 6,4 triliun yang dibagi ke empat destinasi super prioritas ke beberapa kementerian/lembaga pada 2020," kata Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Jumat (19/7).

Baca Juga

Keempat destinasi prioritas Indonesia itu adalah Danau Toba, Candi Borobudur, Mandalika dan Labuhan Bajo. Langkah ini diharapkan mendatangkan wisatawan mancanegara dengan jumlah besar untuk mendatang devisa bagi Tanah Air.

Menurutnya, bila dirata-rata masing-masing destinasi mendapat Rp 1,6 triliun. Namun Danau Toba diharapkan bisa lebih besar atau mendapat Rp 2 triliun karena luas wilayahnya juga besar. Dengan investasi itu Danau Toba ditargetkan menghasilkan satu juta wisman atau devisa satu miliar dolar AS atau mencapai Rp 14 triliun.

Menpar Arief juga menjelaskan nilai investasi Rp 2 triliun itu dianggap tidak seberapa bila dibandingkan dengan devisa yang mencapai Rp 14 triliun pada 2020. Namun, Menpar tetap optimistis target tersebut akan tercapai.

Optimisme itu muncul saat Bandara Silangit yang tumbuh signifikan pada 2016-2017 mencapai 300 persen. Angkanya dari 90 ribu penumpang tumbuh menjadi 280 ribu penumpang. "Dulu siapa yang mau mendarat di Silangit. Terbukti di tahun 2018 jumlahnya mencapai 480 ribu penumpang," kata Menpar Arief Yahya.

Untuk mewujudkan target itu semua, lanjut dia, pemerintah mendorong unsur atraksi, akses, dan amenitas di Danau Toba agar berstandar internasional. "Target satu juta wisatawan itu bisa tercapai bila semuanya sudah berstandar internasional," katanya.

Dari sisi atraksi, salah satu danau vulkanik terbesar di dunia itu ditargetkan akan mendapat pengakuan internasional dari Unesco Global Geopark tahun ini. Sementara dari sisi akses, infrastruktur Bandara Silangit sudah siap menjadi bandara internasional. Untuk jalur darat, jalan tol dari Kualanamu-Tebing Tinggi diharapkan berlanjut hingga Parapat.

"Jalan outer ring road di sekitar Samosir dan sekitar Danau Toba juga sudah siap, ada juga empat pelabuhan semua siap. Sementara untuk amenitas sudah ada proyeksi investasi sebesar Rp 6 triliun dari tujuh investor," kata Menpar Arief Yahya.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA