Jumat, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 Desember 2019

Jumat, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 Desember 2019

Drama Griezmann Sepertinya Belum Akan Berakhir

Sabtu 20 Jul 2019 19:00 WIB

Red: Didi Purwadi

Antoine Griezmann

Antoine Griezmann

Foto: EPA-EFE/Quique Garcia
Atletico Madrid berencana membawa polemik transfer Antoine Griezmann ke ranah hukum.

REPUBLIKA.CO.ID,

Oleh: Reja Irfa Widodo

BARCELONA -- Sebuah unggahan foto dan video di akun twitter resmi Barcelona, Jumat (12/7) waktu setempat, sepertinya bakal mengakhiri salah satu drama perburuan pemain terbesar di bursa transfer musim panas kali ini. Foto tersebut menampilkan Antoine Griezmann mengenakan seragam Barcelona, lengkap dengan berbagai caption ungkapan selamat datang.

Tidak berhenti sampai di situ, pengumuman perekrutan penyerang asal Prancis itu juga ditampilkan di laman resmi Barcelona, berikut dengan sejarah Griezmann dan rekam jejaknya selama tampil di pentas sepak bola profesional. Pengumuman ini dilakukan dua jam setelah perwakilan Griezmann, dengan atas nama Barcelona, membawa uang sebesar 120 juta euro ke kantor Otoritas La Liga guna membayar klausa pelepasan Griezmann dari Atletico Madrid.

Secara legal, Griezmann akhirnya resmi dan telah didaftarkan sebagai pemain Barcelona pada musim depan, setelah tim asal Katalan tersebut mengaktifkan klausa pelepasannya dari Atletico Madrid. Di Barcelona, eks penyerang Real Sociedad itu dikontrak dengan durasi kontrak mencapai lima tahun. Gajinya dikabarkan sebesar 20 juta euro per musim.

Bahkan, tidak tanggung-tanggung, dalam klausul kontrak tersebut, Barcelona menetapkan nilai klausa pelepasan Griezmann hingga mencapai 800 juta euro, lebih besar dari klausa pelepasan sang megabintang Barcelona, Lionel Messi. Pengumuman Barcelona ini pun sempat dianggap sebagai akhir dari saga transfer Griezmann.

Namun, pengumuman Blaugrana ini justru menjadi penanda baru drama transfer penyerang berusia 28 tahun tersebut. Selang beberapa jam pasca pengumuman Barcelona tersebut, Atletico Madrid bereaksi dengan sangat keras. Manajemen Atletico Madrid ternyata masih memiliki sejumlah keberatan terkait kepindahan Griezmann tersebut.

Hal ini menimbulkan polemik baru dalam transfer Griezmann tersebut. Mulai dari besaran nilai klausa pelepasan yang dibayar Barcelona, hingga sorotan terhadap pelanggaran yang dilakukan Blaugrana kala berusaha mendekati Griezmann.

ATLETICO KEBERATAN
Dari segi nilai klausa pelepasan Griezmann, Atletico berkeras Barcelona seharusnya membayar nilai transfer sebesar 200 juta euro, bukan 120 juta euro. Tuntutan ini didasarkan pada waktu kesepakatan yang tercapai antara Griezmann dan Barcelona.

Manajemen Atletico mengklaim, Griezmann dan Barcelona sebenarnya telah mencapai kata sepakat sejak Maret 2019 silam, jauh sebelum Atletico menurunkan nilai klausa pelepasan Griezmann menjadi 120 juta euro pada 1 Juli silam.

''Nilai yang dibayarkan tidak sesuai dengan klusa peleapasan Griezmann, karena kami percaya, kesepakatan antara keduanya sudah terjadi sebelum penurunan nilai klausa pelepasan tersebut, dari 200 juta menjadi 120 juta euro pada 1 Juli,'' tulis keterangan resmi Atletico Madrid, seperti dikutip Marca, beberapa waktu lalu.

Manajemen Los Rojiblancos mengakui, penurunan nilai klausa pelepasan itu pun tidak terlepas dari keinginan Griezmann untuk menyudahi kiprahnya bersama Atletico Madrid. Bahkan, Griezmann sempat membuat sebuah video, yang diunggah ke laman resmi Atletico Madrid pada 14 Mei silam, yang berisi ucapan perpisahan kepada para pendukung setia Los Rojiblancos.

Tidak hanya itu, manajemen Atletico Madrid juga sepertinya masih tidak terima dengan usaha ilegal yang dilakukan manajemen Barcelona untuk mendapatkan Griezmann. Manajemen Atletico Madrid menyebut, Blaugrana sudah melakukan pendekatan dan membujuk Griezmann untuk hengkang dari Stadion Wanda Metropolitano saat musim kompetisi masih berjalan, tepatnya pada Maret silam.

Kesepakatan antara Barcelona dengan Griezmann, klaim Atletico, sudah tercapai usai Atletico dipastikan tersingkir di ajang Liga Champions kala dikalahkan Juventus di laga leg kedua babak 16 besar. ''Bahkan, negosiasi antara keduanya sebenarnya sudah berjalan sejak Februari silam,'' tulis keterangan resmi Atletico Madrid, seperti dikutip Marca.

BARCELONA MEMBANTAH
Seperti dilansir berbagai media asal Spanyol, Atletico Madrid berencana membawa polemik ini ke ranah hukum, terutama terkait dugaan pelanggaran kontrak yang dilakukan Griezmann. Selain itu, manajemen Atletico Madrid juga akan melaporkan aksi ilegal Barcelona, yaitu bernegosiasi dengan seorang pemain saat musim kompetisi tengah berjalan, kepada FIFA.

Presiden Atletico Madrid, Enrique Cerezo, menegaskan pihaknya memiliki semua bukti terkait semua tuntutan dan klaim yang mereka ungkapkan. ''Jika klub ini telah mengeluarkan pernyataan resmi, maka artinya kami memiliki bukti yang kuat. Kami akan terus mempelajari permasalahan ini. kami akan tetap menuntut apa yang telah menjadi hak kami (nilai transfer sebesar 200 juta euro),'' tutur Cerezo kepada RAC1, akhir pekan ini.

Kendati begitu, Presiden Barcelona, Josep Maria Bartomeu, menanggapi dengan enteng semua klim dan tuntutan klub asal Ibukota Spanyol tersebut. Bahkan, Bartomeu menilai, Atletico Madrid tidak memiliki bukti-bukti kuat terkait tuduhan-tuduhan tersebut. Semua usaha yang dilakukan Barcelona untuk mendapatkan Griezmann, kata Bartomeu, dilakukan dengan cara legal dan sah, baik secara hukum maupun dari peraturan yang ditetapkan oleh FIFA.

''Saya mengerti, setiap pihak akan mempertahankan kepentingan mereka. Saya telah berbicara dengan Enrique Cerezo (Presiden Atletico Madrid), tapi saya melihat situasi ini tidak akan menguntungkan buat mereka. Jadi tidak akan ada apa-apa. Kami menghubungi Griezmann setelah dia membuat video perpisahan. Jadi tidak ada apa-apa antara kami dengan dia pada Maret silam,'' ujar Bartomeu seperti dikutip Marca.

Sementara itu, Griezmann menyesalkan berbagai tuntutan dan kemarahan yang diungkapkan oleh Atletico Madrid. Menurut pemain yang telah memperkuat Atletico Madrid dalam lima musim terakhir tersebut, keputusan untuk menemui manajemen klub dan mengungkapkan keinginan untuk pindah pada penghujung musim lalu merupakan cara terbaik agar Atletico bisa segera mencari pengganti dirinya.

''Semua itu (pernyataan dari Atletico) sangat disayangkan. Saya telah menemui manajemen klub dengan tujuan agar mereka tidak terburu-buru dan bisa segera bersiap untuk mencari pengganti saya pada masa mendatang,'' tutur Griezmann dalam konferensi pers pengenalan dirinya sebagai penggawa anyar Barcelona, seperti dikutip BBC.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA