Wednesday, 24 Safar 1441 / 23 October 2019

Wednesday, 24 Safar 1441 / 23 October 2019

Penjelasan Benzodiazepin, Zat Adiktif yang Dikonsumsi Nunung

Ahad 21 Jul 2019 01:00 WIB

Rep: Riza Wahyu Pratama/ Red: Andri Saubani

Tri Retno Prayudati atau Nunung, ditangkap polisi karena kasus penggunaan narkoba jenis sabu.

Tri Retno Prayudati atau Nunung, ditangkap polisi karena kasus penggunaan narkoba jenis sabu.

Foto: dok istimewa
Benzodiazepin biasa terdapat pada psikotropika golongan tiga dan empat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Hasil tes urine komedian Tri Retno Prayudati alias Nunung menunjukkan positif narkoba. Salah satu zat yang ditemukan adalah Benzodiazepin. Diketahui, zat tersebut biasanya terdapat pada psikotropika golongan tiga dan empat.

Dikutip dari laman Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Benzodiazepin tergolong sebagai obat jangka pendek. Benzodiazepin biasa digunakan bagi penderita kegelisahan (ansietas) berat. Akan tetapi, Benzodiazepin tidak disarankan untuk obat jangka panjang.

Selain digunakan untuk obat ansietas. Benzodiazepin juga digunakan sebagai obat insomnia dan serangan epilepsi berkepanjangan, sebagaimana dilansir oleh Medical News Today yang dikutip pada, Sabtu (20/7).

Kemudian, penggunaan zat Benzodiazepin hanya diperbolehkan di bawah pengawasan ahli. Pasalnya, zat tersebut memiliki beberapa efek samping seperti: kantuk,
kebingungan, pusing, gemetar, gangguan koordinasi, gangguan penglihatan, bahkan dapat memicu perasaan depresi.

Dalam beberapa studi juga disebutkan, konsumsi benzodiazepin yang berkepanjangan dapat meningkatkan risiko demensia, khususnya bagi orang di atas 65 tahun. Sebagai zat adiktif, benzodiazepin dapat mengakibatkan ketergantungan.

Baca Juga

Adiksi mulai muncul setelah penggunaan satu bulan, bahkan dalam dosis yang telah ditentukan sekali pun. Beberapa gejala ketergantungan benzodiazepin adalah sulit tidur, perasaan depresi, dan berkeringat.

Di titik paling parah. Benzodiazepin juga dapat mengakibatkan overdosis. Beberapa gejalanya adalah depresi sistem saraf pusat, gangguan keseimbangan dan kontrol gerakan, termasuk kesulitan berbicara (cadel).

Meskipun demikian, kasus overdosis benzodiazepin tidak banyak ditemukan. Kecuali, jika zat tersebut telah dicampur dengan barbiturat, opioid, alkohol, atau antidepresan trisiklik.


BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA