Monday, 22 Safar 1441 / 21 October 2019

Monday, 22 Safar 1441 / 21 October 2019

BMKG Tegaskan Perlunya Mitigasi Potensi Gempa Magnitudo 8,8

Ahad 21 Jul 2019 20:34 WIB

Red: Indira Rezkisari

Alat pendeteksi gempa

Alat pendeteksi gempa

Foto: Wikipedia
Potensi gempa harus direspons dengan upaya mitigasi struktural dan non-struktural.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Deputi Bidang Geofisika Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Muhamad Sadly mengatakan perlunya mitigasi terhadap potensi gempa besar bermagnitudo 8,8 dan tsunami setinggi 20 meter di Jawa bagian Selatan. "Ini adalah potensi bukan prediksi sehingga kapan terjadinya tidak ada yang tahu," kata Sadly dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Ahad (21/7).

Dia mengatakan sebagai potensi gempa magnitudo 8,8 harus direspons dengan upaya mitigasi secara struktural dan nonstruktural dengan mendirikan bangunan aman gempa. Selain itu, kata dia, perlu menerapkan tata ruang pantai yang aman dari tsunami serta membangun kapasitas masyarakat terkait cara selamat saat terjadi gempa bumi dan tsunami.

Masyarakat, lanjut dia, agar tenang dan tidak terpancing terhadap info soal akan terjadinya gempa bumi dengan kekuatan 8,8 yang diikuti tsunami setinggi 20 meter di Pantai Cllacap, Yogyakarta sampai Jawa Timur. Dia mengimbau kesadaran masyarakat bahwa Indonesia terletak di wilayah aktif gempa bumi yang memiliki potensi gempa bumi kapan saja dan dengan beragam tempat serta kekuatan guncangan.

"Sampai saat inl belum ada teknologi yang dapat memprediksi gempa bumi dengan tepat dan akurat soal waktu, lokasi dan kekuatan gempa bumi. Sehingga BMKG tidak pernah mengeluarkan informasi prediksi gempa bumi," kata dia.

Dia mengatakan BMKG menyediakan saluran telepon 021-6546316 dan www.bmkg.go.id yang bisa diakses masyarakat yang ingin mengetahui lebih lanjut mengenai potensi gempa besar dan tsunami yang tinggi.



Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA