Monday, 18 Zulhijjah 1440 / 19 August 2019

Monday, 18 Zulhijjah 1440 / 19 August 2019

Merawati Sejarah Sisa-Sisa Mobil Kepresidenan

Senin 22 Jul 2019 08:52 WIB

Red: Budi Raharjo

Sedan Cadillac Fleetwood Brougham yang pernah digunakan Presiden Soeharto saat berdinas dalam kurun waktu 1980-1998.

Sedan Cadillac Fleetwood Brougham yang pernah digunakan Presiden Soeharto saat berdinas dalam kurun waktu 1980-1998.

Foto: Republika/Sapto Andika Candra
Seluruh mobil kepresidenan sejak Presiden Sukarno tak ada yang dikoleksi istana.

REPUBLIKA.CO.ID,

Oleh Sapto Andika Candra

Ada yang mencuri pandangan mata di halaman depan Istana Negara, pekan lalu. Sebuah sedan klasik berwarna hitam terlihat berpesiar mengelilingi pekarangan bangunan kepresidenan yang dibangun pada abad ke-18 tersebut.

Sedan Cadillac tipe Fleetwood Brougham keluaran tahun 1980 terlihat melaju pelan dari garasi mobil Sekretariat Presiden. Mobil lalu melalui gedung Bina Graha, dan berputar arah di depan Istana Negara yang menghadap Jalan Veteran, Jakarta Pusat.

Meski tak sampai melaju di luar kompleks Istana Kepresidenan, sang pengemudi, yakni Kepala Sekretariat Presiden (Setpres) Heru Budi Hartono, cukup yakin bahwa mobil klasik yang pernah digunakan oleh Presiden Soeharto itu sudah bangkit dari tidur panjangnya. Proses perbaikan yang dimulai sejak Juni 2019 lalu membuat mesin mobil kepresidenan tersebut kembali menderu setelah 15 tahun tidur dan hanya tersimpan di bengkel istana.

Republika mendapat kesempatan berharga menjajal mobil kepresidenan tertua yang masih dikoleksi Istana Kepresidenan tersebut. Sambil mengendalikan kemudi yang berada di bagian kiri, Heru melanjutkan penjelasannya tentang sedan hitam itu.

Selain pernah digunakan oleh Presiden Soeharto sejak 1980 hingga 1998, Cadillac Fleetwood Brougham yang kami tumpangi ternyata pernah digunakan untuk menyambut tamu-tamu kenegaraan. Pihak istana, ujar Heru, kini sedang menginventarisasi siapa saja tamu-tamu negara yang pernah menumpangi mobil tersebut.

"Mas Eko (teknisi mobil kepresidenan) ngomongke saya, perlu perbaikan. Ya sudah biaya dari saya saja daripada didiamkan di bengkel kan. Ini sedikit-sedikit dibangun. Kami ingin membangun kembali sisi historisnya," ujar Heru sambil menoleh ke jok belakang, ke arah Eko duduk.

Eko Gunawan, teknisi kendaraan kepresidenan yang menggarap perbaikan Cadillac Fleetwood Brougham yang kami tumpangi, menceritakan bahwa mobil tersebut secara resmi dikandangkan sejak Presiden Megawati Soekarnoputri menjabat. Putri Bung Karno tersebut, ujar Eko, mulai menggunakan mobil pabrikan Mercedes-Benz.

Perbaikan yang dilakukan terhadap Cadillac keluaran 1980 tersebut diakui Eko bermula dari keprihatinannya terhadap minimnya mobil klasik yang kini dikoleksi Istana Kepresidenan. Ia mengungkapkan, seluruh mobil "senior" yang pernah digunakan Presiden Sukarno hingga Presiden Soeharto (sebelum 1980) tidak ada yang masih dikoleksi oleh pihak istana.

"Era Bung Karno ketemu kolektor semua. Itu kan aset-aset yang dulu sempat kita hibahkan. Ada juga yang memang dilelang umum. Siapa pun bisa beli. Itu makanya kami beride (memperbaiki). Kenapa mobil ini dilempar ke umum? Ini kanada nilai historisnya," ujar Eko saat berbincang di garasi mobil kepresidenan.

Gayung pun bersambut. Keinginan Eko untuk merawat kembali mobil-mobil klasik milik istana didukung oleh Kepala Setpres Heru Budi Hartono. Untuk sementara, katanya, baru Cadillac Fleetwood Brougham yang diperbaiki.

Menurut dia, biaya yang mahal dan tingkat keaslian yang perlu dipertahankan membuat proses perbaikan seluruh enam unit mobil klasik kepresidenan di Istana Negara butuh waktu lama. Belum lagi Eko sendiri sehari-hari harus menangani kendaraan dinas Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan rombongan.

Tidak ada kelengkapan mobil yang diganti. Sampai lecet sedikit pun tidak akan kami perbaiki. "Biarkan saja apa adanya. Karena di situ nilai orisinalitas," kata Eko.

photo

Sedan Cadillac Fleetwood Brougham yang pernah digunakan Presiden Soeharto saat berdinas dalam kurun waktu 1980-1998.

Interior mobil sedan hitam yang pernah mengantar Pak Harto berdinas ini memang terlihat terjaga keantikannya. Ruang kabin penumpang bagian belakang terasa lapang dengan kulit jok yang tetap dipertahankan keasliannya. Di samping pengemudi juga terlihat perlengkapan bendera merah putih dan pelat `Indonesia 1' yang siap dipasang kapan pun presiden RI berkenan menggunakannya.

"Bersyukur sih ini masih bisa kami pertahankan. Mobil presiden yang lebih muda dari dia saja sudah dilelang. Mercedes-Benz s600 Pullman yang digunakan Bu Mega saja sudah dilelang. Makanya saya bilang jangan sampai kita kecolongan dan kehilangan nilai historis," kata Eko.

Mobil kepresidenan yang masih tercatat dalam inventaris istana ini direncanakan dipajang saat upacara peringatan HUT ke-74 RI nanti di halaman Istana Merdeka. Pihak bengkel istana, ujar Eko, juga menyiapkan seluruh perlengkapan bila Presiden Jokowi memutuskan menggunakan Cadillac klasik ini untuk menghadiri acara resmi kenegaraan.

"Disimpan saja untuk jadi ikon. Namun, kalau digunakan saya rasa enggak. Tapi kalau Presiden Jokowi berkenan ya silakan. Kami akan siapkan. Misalnya ke acara kenegaraan. Beliau sudah tahu (perihal reparasi mobil tersebut)," kata Eko.

Di tengah obrolan kami di atas Cadillac Fleetwood Brougham ini, terlihat Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Kadir Karding berjalan kaki keluar dari Kantor Presiden menuju gedung Bina Graha, tempat Kepala Staf Presiden Moeldoko berdinas. Heru yang masih memegang kemudi kemudian mengundang Karding ikut menjajal mobil antik tersebut. "Silakan naik, Pak. Saya antar," kata Heru berseru. (ed: mas alamil huda)

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA