Senin, 18 Zulhijjah 1440 / 19 Agustus 2019

Senin, 18 Zulhijjah 1440 / 19 Agustus 2019

Novel Baswedan dan Misteri Buku Merah yang Belum Terpecahkan

Senin 22 Jul 2019 11:20 WIB

Rep: Bambang Noroyono, Arif Satrio Nugroho/ Red: Karta Raharja Ucu

Penyidik senior KPK Novel Baswedan

Penyidik senior KPK Novel Baswedan

Foto: Antara/Yulius Satria Wijaya
Polri segera umumkan anggota tim teknis lapangan kasus Novel Baswedan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Polri menyatakan bersungguh-sungguh mengusut kasus penyiraman air keras kepada Novel Baswedan sejak awal kejadian. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengklaim tim teknis lapangan akan diisi oleh anggota kepolisian yang memiliki kemampuan terbaik.

"Personel yang punya kompetensi teknis terbaik akan ditunjuk," kata Dedi, Ahad (21/7).

 

Polri akan segera mengumumkan anggota yang akan bergabung dalam tim teknis lapangan kasus penyiraman terhadap Novel Baswedan. Tim Teknis dibentuk sebagai tindak lanjut atas rekomendasi tim pencari fakta kasus Novel yang dibentuk Kapolri Jenderal Tito Karnivian.

Dedi mengatakan, pengumuman anggota tim teknis akan disampaikan awal Agustus, pekan depan. "Awal Agustus, tim teknis yang dipimpin Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komisaris Jenderal Idham Azis akan disampaikan ke media," ujar dia.

 

photo

Kadiv Humas Polri Irjen Pol M. Iqbal bersama Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Kasus Novel Baswedan memberikan keterangan pers tentang hasil investigasi TGPF kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan di Mabes Polri, Jakarta,Rabu (17/7).

Polri optimistis bisa menemukan pelaku penyiraman air keras kepada Novel Baswedan dalam waktu tiga bulan seperti perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi). Jokowi sebelumnya memberikan tenggat waktu tiga bulan ke depan bagi tim teknis Polri mengungkap kasus ini. Tenggat waktu itu lebih pendek dari yang diminta Polri, yakni enam bulan dan punya kemungkinan diperpanjang.

Menurut Jokowi, kinerja tim teknis selama tiga bulan akan dijadikan bahan evaluasi bagi dirinya dalam memutuskan membentuk tim gabungan pencari fakta (TGPF) indepen den atau tidak. Jokowi memberi waktu tiga bulan untuk melihat bagaimana tim polisi itu bekerja.

Pembentukan tim teknis Polri merupakan salah satu rekomendasi tim pencari fakta yang telah menyelesaikan masa kerjanya selama enam bulan. Selain itu, TPF juga merekomendasikan agar kepolisian mendalami motif penyerangan yang diduga berkaitan dengan enam kasus korupsi kakap yang diduga tengah ditangani KPK saat penyerangan terjadi.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA