Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Risma Terima Penghargaan Women Empowerment di Singapura

Selasa 23 Jul 2019 00:52 WIB

Red: Esthi Maharani

Tri Rismaharini

Tri Rismaharini

Foto: Antara/M Risyal Hidayat
Risma dinilai berhasil dalam upaya pemberdayaan perempuan.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bertolak menuju Singapura untuk menerima penghargaan Women Empowerment Award (WEA) dari salah satu media Cina yang berbasis di Singapura bernama Her Times. Risma memperoleh penghargaan tersebut karena dinilai berhasil dalam upaya pemberdayaan perempuan.

Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya, M Fikser mengatakan, acara ini didukung Kedutaan Besar (Kedubes) Republik Indonesia di Singapura. Sebanyak tujuh penghargaan yang akan diberikan oleh Majalah Her Time kepada warga Negara Indonesia dari latar belakang yang berbeda. Salah satunya diberikan kepada Risma.

“Hari ini Bu Risma berangkat untuk menerima penghargaan Women Empowerment Award (WEA) di Singapura. Dari ketujuh orang itu, Ibu Risma salah satunya. Penghargaan ini diberikan kepada tujuh Warga Negara Indonesia dari latar belakang yang berbeda. Dari pemerintahan, pengusaha swasta, ataupun asosiasi,” kata Fikser di Surabaya, Senin (22/7).

Fikser menjelaskan, penghargaan ini diberikan guna memberi motivasi dan inovasi untuk mendorong semua perempuan, agar tidak berhenti meningkatkan kualitas diri. Terlebih, tantangan yang dihadapi era ke depan semakin tidak mudah. Khususnya bagi warga Kota Surabaya yang harus terus berjuang.

“Penghargaan tersebut sudah melalui tahap penyeleksian yang dilakukan 10 orang juri untuk menilai kelayakan dari peraih penghargaan ini,” ujar Fikser.

Terdapat 10 orang juri yang menilai tingkat kelayakan penerima penghargaan ini. Pertama adalah Michael Goutama, chairman dari Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin Indonesia) Komite Singapura. Kedua, Max Loh, partner pengelola Negara Singapura dan partner pengelola kawasan ASEAN. Ketiga, Berlianto Situngkir, menteri Konselor, dari Kedutaan Besar Indonesia (Kedubes) di Singapura.

Kemudian, Hwang Yee Cheau, ketua Kelompok Wanita Karier, Kamar Dagang Cina Singapura. Berikutnya, adalah Kris Wiluan, ketua Citramas Grup. Selanjutnya, Daniel Teo, ketua Hong How Grup. Selanjutnya, Ester, ketua Sustainbility Officer di pengembangan kota terbatas. Kemudoan, Anindya Bakrie, CEO, PT Bakrie Global Vnetura, dan yang terakhir adalah Annie Song, kepala editor Majalah Times di Singapura.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA