Wednesday, 24 Safar 1441 / 23 October 2019

Wednesday, 24 Safar 1441 / 23 October 2019

Jumlah Penderita Katarak Bertambah 300 Ribu Per Tahun

Senin 22 Jul 2019 22:16 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Dua pasien yang telah menjalani operasi katarak. (Ilustrasi)

Dua pasien yang telah menjalani operasi katarak. (Ilustrasi)

Foto: Antara/Akbar Tado
Operasi katarak di Indonesia hanya sekitar 250 ribu per tahun.

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN -- Sumatera Eye Center (Smec) memperkirakan jumlah penderita katarak di Indonesia mencapai sekitar empat juta orang. Pertumbuhan penderita katarak 300 ribuan orang per tahun.

"Pertambahan penderita katarak di Indonesia menjadi masalah yang sangat besar. Apalagi pertumbuhan tersebut tidak sebanding dengan kemampuan dokter mata di dalam negeri melakukan operasi katarak," kata CEO Smec Group, Dr Imsyah Satari SpM. di Medan, Senin.

Operasi katarak di Indonesia hanya sekitar 250 ribu setiap tahunnya sehingga terjadi backlog atau penumpukan jumlah pasien yang harus ditangani.

"Penumpukan jumlah pasien itu tidak terlepas dari dampak jumlah dokter mata yang masih terbatas serta teknologi operasi katarak yang masih konvensional," ujarnya.

Dunia melalui WHO telah mencanangkan bebas buta katarak tahun 2020. Dukungan Smec dilakukan dalam Bakti Sosial Operasi Katarak CSR Smec-Erela di Smec Kudus, Sabtu dan Ahad lalu.

"Melihat jumlah penderita katarak yang cukup tinggi itu, Smec sebagai rumah sakit mata di Indonesia berupaya ikut membantu mengurangi penderita penyakit itu," ujar dia.

Menurut dia, Kudus dipilih sebagai lokasi bakti sosial pengobatan katarak dengan pertimbangan potensi daerah itu yang luar biasa dari segi ekonomi dan juga pertumbuhan penduduk.

Sementara potensi itu tidak dibarengi dengan jumlah rumah sakit dan klinik mata yang memadai di daerah itu.

"Masyarakat harus ke Semarang dulu untuk mendapatkan pelayanan mata berstandar internasional," katanya.

Dia menegaskan, kondisi itu pula yang membuat pihaknya berencana membangun klinik spesialis mata di Kota Kudus.

Bakti sosial operasi katarak gratis itu melayani 140 pasien dengan teknik operasi phacoemulsifikasi, yakni operasi katarak yang sangat modern, tanpa jahitan, dan tidak perlu menunggu lama atau menunggu katarak menjadi matang sebelum dilakukan operasi.

Seorang pasien yang dioperasi, Sri Sulami (61) asal Demang, Pati mengaku gembira dan beruntung dapat kesempatan dioperasi dalam bakti sosial Smec dan Erela.

"Syukur bisa mendapat kesempatan dioperasi gratis dengan operasi berteknologi canggih," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA