Senin, 19 Rabiul Akhir 1441 / 16 Desember 2019

Senin, 19 Rabiul Akhir 1441 / 16 Desember 2019

AS: AL Inggris Gagalkan Upaya Iran Rampas Kapal Tanker

Kamis 11 Jul 2019 09:00 WIB

Rep: Rossi Handayani/ Red: Ani Nursalikah

Sejumlah awak Kapal Perang Angkatan Laut Inggris.

Sejumlah awak Kapal Perang Angkatan Laut Inggris.

Foto: Antara
Iran memerintahkan kapal Inggris berhenti di perairan teritorialnya.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Angkatan Laut Kerajaan Inggris dilaporkan menggagalkan upaya perampasan sebuah kapal tanker minyak Inggris oleh Pengawal Revolusi Iran di Teluk Persia. Ini dinilai dilakukan sebagai tanggapan nyata Iran terhadap penangkapan salah satu kapalnya.

CNN dilansir dari Telegraph Kamis (11/7), menyampaikan kapal The British Heritage yang dimiliki oleh BP Shipping dan terdaftar di Isle of Man, sedang menyeberang di wilayah Selat Hormuz saat didekati oleh lima kapal Angkatan Bersenjata Garda Revolusi Islam Iran.

CNN yang mengutip dua pejabat AS, mengatakan Iran memerintahkan kapal Inggris berhenti di perairan teritorialnya. Sebuah pesawat AS yang terbang di atas merekam kejadian itu.

Kapal-kapal Iran mundur setelah kapal induk Angkatan Laut Inggris yang mengawal kapal tanker itu, HMS Montrose, mengarahkan senjatanya ke Iran dan memperingatkan mereka untuk pergi. Dilaporkan sebelumnya HMS Montrose, Frigate Tipe-23, berada di kawasan itu untuk menjaga kapal tanker minyak Inggris lainnya di kawasan itu, Pacific Voyager.

Kementerian Pertahanan Inggris telah dihubungi untuk dimintai komentar. Ketegangan meningkat antara Inggris dan Iran sehubungan dengan perebutan kapal tanker minyak Iran di Gibraltar oleh marinir kerajaan pada Kamis lalu.

Republik Islam telah memperingatkan akan ada tanggapan terhadap penyitaan Grace 1. Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan pada Rabu Inggris akan menyadari konsekuensinya nanti.

Rouhani menyebut penyitaan kapal itu, yang menuju Suriah dan dituduh melanggar sanksi Uni Eropa (UE), sebagai sesuatu yang kejam dan salah selama pertemuan kabinet. "Anda adalah inisiator rasa tidak aman dan Anda akan memahami akibatnya," katanya tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Seorang komandan Garda Revolusi Iran mengancam pada Jumat untuk merebut kapal Inggris sebagai pembalasan. Iran membantah kapal itu menuju ke kilang Banyas di Suriah, di mana pemerintah Presiden Bashar al-Assad adalah sekutu Teheran.

Adapun Pacific Voyager, kapal tanker berbendera Isle of Man dan British Heritage telah berlindung di lepas pantai Arab Saudi pekan ini di tengah kekhawatiran mereka akan ditangkap.

British Heritage akan berlabuh di kota Basra di Irak pada akhir pekan, tetapi melakukan putaran yang tidak terduga. Kapal itu mampu menampung lebih dari satu juta barel minyak. Kapal tersebutdikontrak oleh Royal Dutch Shell untuk mengumpulkan minyak mentah dan mengirimkannya ke Eropa barat laut tetapi perintah itu dibatalkan.

Baca Juga

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA