Monday, 15 Safar 1441 / 14 October 2019

Monday, 15 Safar 1441 / 14 October 2019

MOS Diharapkan Tidak Jadi Ajang Kekerasan dan Bullying

Senin 15 Jul 2019 06:00 WIB

Rep: Febrian Fachri/ Red: Reiny Dwinanda

Siswa senior SMK Negeri 1 Serang memotong kuku adik kelasnya yang baru masuk saat Masa Orientasi Sekolah (MOS), di Serang, Banten, Selasa (28/7). Pihak sekolah menekankan kegiatan MOS edukatif seperti kerapihan dan kegiatan baris berbaris untuk mencegah pr

Siswa senior SMK Negeri 1 Serang memotong kuku adik kelasnya yang baru masuk saat Masa Orientasi Sekolah (MOS), di Serang, Banten, Selasa (28/7). Pihak sekolah menekankan kegiatan MOS edukatif seperti kerapihan dan kegiatan baris berbaris untuk mencegah pr

Foto: ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman
Wagub Sumbar tak ingin MOS jadi ajang kekerasan dan bullying.

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG PARIAMAN- Wakil Gubernur Sumatra Barat Nasrul Abit mengingatkan pelajar sekolah, terutama tingkat SMP dan SMA sederajat, agar tidak menjadikan momen Masa Orientasi Siswa (MOS) sebagai ajang untuk bullying apalagi tindak kekerasan kepada pelajar baru. Ia menyebut MOS adalah momen untuk mendidik para pelajar junior tentang kedisiplinan dan pengenalan suasana baru yang positif untuk menunjang aktivitas belajar.

"MOS itu untuk pembinaan kedisiplinan, pembinaan budi pekerti, dan kreativitas," kata Nasrul di Kabupaten Padang Pariaman, Ahad (14/7).

Nasrul mengingatkan pelajar yang menjadi panitia MOS bahwa kekerasan di sekolah akan terancam dengan pidana. Ia mengatakan, pelaku kekerasan saat MOS akan berurusan dengan aparat penegak hukum.

Nasrul tak ingin mendengar warganya berurusan dengan kepolisian karena melakukan tindak kekerasan dan bullying saat MOS. Apalagi, kalau MOS sampai berujung pada kekerasan yang menghilangkan nyawa.

"Saya mendengar yang lalu-lalu ada MOS menyebabkan siswa meninggal dunia. Jangan sampai ada yang seperti itu di Sumatra Barat," ujar Nasrul.

Senin (15/7) adalah hari pertama sekolah di tingkat SD, SMP, dan SMA. Untuk SMP dan SMA sederajat memang sudah ada kegiatan MOS sebagai tahapan tahunan. Biasanya, panitia MOS berada di bawah naungan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dan para guru pembina.

Sebelumnya diberitakan seorang siswa meninggal dunia usai mengikuti MOS di SMA Taruna Palembang. Siswa bernama DBJ (14 tahun) itu diduga meninggal karena kelelahan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA