Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Pertemuan Elite KIK Diduga untuk Cegah Bergabungnya Gerindra

Selasa 23 Jul 2019 11:56 WIB

Rep: Amri Amrullah/ Red: Andri Saubani

Jokowi dan Gerindra

Jokowi dan Gerindra

Foto: mgrol100
Elite empat partai KIK minus PDIP mengadakan pertemuan pada Senin (22/7) malam.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerhati politik dari Lingkar Madani Indonesia, Ray Rangkuti menanggapi pertemuan elite dari empat partai, Golkar, PKB, PPP dan Nasdem pada Senin (22/7) malam, minus PDIP. Menurut Ray, pertemuan empat petinggi partai Koalisi Indonesia Kerja (KIK) ini untuk membentengi masuknya Gerindra dan beberapa partai bekas Koalisi Adil Makmur.

Baca Juga

Ia mengatakan, pertemuan empat ketum parpol itu bukanlah pertemuan biasa. Pertemuan tersebut, dimaksudkan untuk hal yang nampaknya penting bagi setidaknya partai-partai yang terlibat di dalamnya.

"Jika merujuk pada perkembangan faktual, bisa ditafsirkan atas pertemuan itu mengarah pada masuknya Gerindra dalam koalisi," kata Ray kepada wartawan, Selasa (23/7).

Keempat pemimpin partai KIK ini, jelas dia, mulai menyusun sikap apakah akan menerima Gerindra atau sebaliknya menolaknya. Lebih khusus jika rekonsiliasi dimaksudkan untuk berbagi kursi kabinet yang bisa jadi dianggap hanya membuat jatah partai-partai yang ada akan berkurang.

"Sehingga perlu membangun kesolidan partai-partai yang dimaksudkan adalah kesolidan empat partai ini. Dengan mengecualikan PDIP dengan partai-partai non parlemen," paparnya.

Menurut Ray, soliditas ini dapat dimaknai sebagai blok sendiri dalam koalisi 01. Blok parlemen dipimpin Nasdem dan blok non-parlemen yang kiranya akan merapat ke PDIP.

"Target blok-blok ini tak lain saling memperkuat posisi masing-masing demi mendapatkan apa yang menurut mereka wajar mereka dapatkan," terangnya.

Posisi Nasdem yang jadi tuan rumah. Menurutnya, hal ini hanya berkaitan dengan senioritas saja.

Surya Paloh dianggap paling senior di antara empat ketum parpol yang ada. Dan yang pasti sebut Ray, tarik menarik kekuatan blok ini akan menarik terus berkembang, khususnya terkait dengan dua isu yang akan mereka hadapi.

"Yakni kemungkinan masuknya Gerindra ke dalam koalisi 01 dan siapa yang disiapkan untuk menjadi ketua MPR di antara mereka. Jadi, kita akan melihat bagaimana liuk-liuk partai ini sampai Oktober yang akan datang," imbuhnya.


BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA