Sabtu, 20 Safar 1441 / 19 Oktober 2019

Sabtu, 20 Safar 1441 / 19 Oktober 2019

Gempa Megathrust Selatan Jawa Hanya Potensi, Bukan Prediksi

Selasa 23 Jul 2019 15:00 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Ilustrasi gempa di Indonesia

Ilustrasi gempa di Indonesia

BMKG mengatakan belum ada teknologi yang dapat memprediksi terjadinya gempa.

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR -- Deputi Bidang Geofisika, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Muhammad Sadly menyebutkan wilayah selatan Jawa memang memiliki potensi gempa yang cukup besar (gempa megathrust). Akan tetapi, itu sebatas potensi, bukan prediksi, dan karenanya masyarakat diimbau tidak panik dengan isu tersebut.

"Sampai saat ini belum ada teknologi yang dapat memprediksi gempa bumi dengan tepat dan akurat kapan, di mana dan beberapa kekuatannya, sehingga BMKG tidak pernah mengeluarkan informasi prediksi gempa bumi tersebut," kata Sadly melalui siaran pers yang diterima Antara, Bali, Selasa.

Oleh karena itu, Sadly mengimbau masyarakat tidak terpancing dengan isu yang beredar tersebut. Dia berharap warga tenang dan tidak panik dengan isu-isu tersebut.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali Made Rentin mengharapkan masyarakat tidak resah dengan isu-isu akan terjadi gempa bumi dahsyat tersebut.

"Kami harapkan masyarakat, khususnya di Bali untuk tenang dan tidak resah dengan isu-isu yang meresahkan akan terjadi gempa bumi disertai gelombang besar di laut (tsunami)," ujarnya.

Ia mengharapkan jika ada isu-isu terkait bencana alam atau gempa bumi yang meresahkan tersebut, masyarakat agar mencari informasi yang benar dan aktual dengan mendatangi posko BPBD Bali.

"Kami harapkan warga masyarakat tidak termakan isu-isu akan terjadi gempa bumi dahsyat. BMKG melalui siaran pers sudah sangat jelas bahwa belum ada teknologi yang bisa memprediksikan bencana gempa bumi itu," katanya.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA