Kamis, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Kamis, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

20 Mahasiswa Asing Ikut ISC UMP

Selasa 23 Jul 2019 14:48 WIB

Rep: Eko Widiyatno/ Red: Gita Amanda

Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Foto: blogspot.com
Mahasiswa asing tak hanya belajar keilmuan tapi juga budaya Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, PURWOKERTO -- Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) melalui Kantor Urusan Internasional (KUI), kembali gelar Internasional Summer Course (ISC) 2019 yang mengambil tema 'Traditional  Herbal Medicine and Cosmetic'. Rangkaian acara yang diikuti beberapa mahasiswa asing ini berlanngsung selama dua pekan sejak, Senin (15/7) lalu.

''Dalam acara ini, ada sebanyak 20 mahasiswa asing yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan,'' jelas ketua pelaksana ISC 2019, Novi Haryanti MPd, Selasa (23/7). Para mahasiswa asing ini, antara lain merupakan perwakilan dari berbagai perguruan Malaysia, Philipina, Sudan dan Turki.

Novi juga menjelaskan, hingga saat ini kegiatan ISC yang digelar UMP sudah memasuki tahun ke 3. Sedangkan tema yang ISC yang dipilih, disesuaikan dengan ‘branding’ Prodi Kedokteran Umum UMP yang fokus pada pengembangan pengobatan tradisional. ''Selama dua pekan pelaksanaan ISC, para peserta mengikuti berbagai kegiatan baik di dalam kampus maupun di luar kampus,'' jelasnya.

Untuk itu, beberapa dosen dari Prodi Kedokteran, Farmasi dan Faperta UMP, tampil menjadi narasumber. Para dosen ini berbagi pengetahuan tentang bagaimana mengolah bahan herbal menjadi obat dan kosmetik, serta bagaimana membudidayakan tanaman obat dengan cara hidroponik dan organik.

Wakil Rektor IV Bidang Pengembangan dan Kerjasama Dr Jebul Suroso, menyatakan kebanggaannya terhadap partisipasi peserta asing dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini akan sangat bermanfaat bagi mahasiswa asing karena mereka tidak hanya belajar aspek keilmuan, tetapi juga budaya Indonesia khususnya budaya masyarakat Banyumas.

''Melalui UMP, para peserta asing bisa mengenal budaya, adat dan potensi yang dimiliki Indonesia. Kami berharap kegiatan ini menjadi pengalaman yang sangat luar biasa untuk mereka,'' katanya.

Menurut Jebul, sejauh ini sudah cukup banyak hasil karya bermanfaat dari civitas akademika UMP yang dikembangkan dari alam. Antara lain, ramuan pembasmi kutu rambut yang berasal dari ekstrak buah apel dan pasta gigi pencegah karies dari bekicot.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA