Sunday, 24 Zulhijjah 1440 / 25 August 2019

Sunday, 24 Zulhijjah 1440 / 25 August 2019

KPAI Klarifikasi Soal Perundungan Anak Nunung

Selasa 23 Jul 2019 15:29 WIB

Rep: Flori Sidebang/ Red: Esthi Maharani

Konferensi pers terkait informasi mengenai perundungan (bullying) terhadap anak bungsu Nunung di kantor KPAI, Jakarta Pusat, Selasa (23/7). Dalam konferensi itu hadir pihak sekolah, yakni kepala sekolah Syamsuddin (ketiga dari kiri) dan pihak KPAI.

Konferensi pers terkait informasi mengenai perundungan (bullying) terhadap anak bungsu Nunung di kantor KPAI, Jakarta Pusat, Selasa (23/7). Dalam konferensi itu hadir pihak sekolah, yakni kepala sekolah Syamsuddin (ketiga dari kiri) dan pihak KPAI.

Foto: Flori Sidebang / Republika
Informasi soal perundungan anak Nunung ternyata hoaks

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) melakukan klarifikasi terkait informasi perundungan yang dialami anak bungsu Nunung. Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti menyampaikan permintaan maaf atas tanggapan dia sebelumnya terkait informasi itu. Sebab, belakangan diketahui bahwa informasi itu tidaklah benar atau hoaks.

Baca Juga

"Surat keberatan yang disampaikan kepada KPAI akibat tanggapan itu akan kami jawab secara resmi dan tentu saja sampai (pihak sekolah) datang seperti ini tentu ada yang tidak nyaman. Atas dasar itu, tentu saya secara pribadi menyampaikan permintaan maaf kalau itu membuat ketidaknyamanan," kata Retno saat konferensi pers di kantor KPAI, Jakarta Pusat, Selasa (23/7).

Ia juga mengatakan KPAI tidak pernah membuat rilis yang berisikan kabar tentang perundungan yang dialami anak Nunung. "Soal untuk pemberitaan, saya tidak pernah membuat rilis," sambungnya.

Retno menjelaskan, terkait tanggapannya dalam informasi perundungan itu awalnya ia hanya menjawab permintaan dari salah satu wartawan dari media online. Menurutnya, informasi itu didapatkan dari adik kandung Nunung yang berada di Solo, Jawa Tengah. Ia pun sempat menanyakan mengenai lokasi sekolah yang dimaksud. Namun, kata Retno, si wartawan belum mengetahui lokasi sekolah yang dimaksud.

"Sebenarnya saya sempat berkomunikasi. Saat itu saya sebagai KPAI, kalau memang ada bukti bully, tentu kami prihatin. Itu sebenarnya statement yang dilakukan adalah statement yang standard, dan sesungguhnya bersifat normatif," jelasnya.

Pihak sekolah yang menjadi tempat anak Nunung mengenyam pendidikan mendatangi kantor KPAI untuk memberikan klarifikasi. Kepala sekolah, Syamsuddin mengatakan, tidak ada perundungan yang dialami putri komedian itu di sekolah.

"Jadi kami sampaikan bahwa di sekolah kami tidak ada bully yang terjadi dan itu sebuah berita yang tidak layak diberitakan di media online media lainnya," ujar Syamsuddin ditemui di lokasi yang sama.

Sebelumnya, beredar kabar yang menyebut bahwa anak bungsu Nunung mengalami perundungan di sekolahnya, Sabtu (20/7). Perundungan tersebut terjadi akibat kasus narkoba yang menimpa Nunung yang tertangkap beberapa hari lalu.

Akibatnya, anak bungsu Nunung harus pulang sekolah lebih awal pada Sabtu (20/7) pagi. Lalu, pihak keluarga memutuskan untuk memindahkan sekolah anak tersebut ke Solo, Jawa Tengah.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyesalkan terhadinya perundungan atau bullying yang dialami anak bungsu komedian Tri Retno Prayudati alias Nunung di sekolahnya. KPAI menyayangkan juga ananda langsung dipindahkan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA