Friday, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 December 2019

Friday, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 December 2019

Bara Api Gunung Panderman Masih Tersisa 20 Persen

Selasa 23 Jul 2019 15:47 WIB

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Esthi Maharani

Titik api kebakaran di Gunung Panderman, Kota Batu, mulai berkurang, Selasa (23/7).

Titik api kebakaran di Gunung Panderman, Kota Batu, mulai berkurang, Selasa (23/7).

Foto: Republika/Wilda Fizriyani
Kemiringan lereng timur gunung Panderman hampir 60 derajat hingga menyulitkan petugas

REPUBLIKA.CO.ID, BATU -- Pasukan gabungan terus berupaya memadamkan titik bara api di Gunung Panderman, Kota Batu, Selasa (23/7). Hingga kini, hanya 20 persen titik bara api yang masih harus dipadamkan petugas.

"Dibandingkan kemarin sudah tinggal 20 persen, ini jika kita bandingkan dengan awal pas titik puncak kebakaran. Hingga kini itu yang bisa dikendalikan," kata Kasi Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu saat ditemui Republika di pos pantau, Selasa (23/7).

Berdasarkan laporan di lapangan, petugas hanya perlu memadamkan dua titik kecil api di lereng timur Gunung Panderman. Menurut Rochim, medan tersebut cukup sulit mengingat kemiringannya hampir 60 derajat. Kondisi ini jelas bisa menghambat petugas untuk menuju lokasi.

Selain itu, kondisi terjal dan curam telah menyebabkan petugas sulit menerapkan sistem pemadaman manualnya. Dalam hal ini, tak hanya sistem sekat bakar tapi 'bakar balik' juga tak mudah diterapkan.

Sementara ihwal kemungkinan dengan sistem water bombing, Rochim mengaku, belum memutuskan tindakan demikian. Sejauh ini, sistem manual dirasa cukup efektif mengurangi titik bara api sejak Senin (22/7). Apalagi, lokasi yang telah dipadamkan semakin luas dibandingkan sebelumnya

Rochim sendiri mengaku tak masalah apabila menerapkan sistem water bombing. Hanya saja, sistem ini akan terkendala pada keterbatasan armada di musim kemarau. Terlebih, dia melanjutkan, saat ini TNI lebih fokus menghadapi kebakaran di Sumatera dan Kalimantan.

"Itu salah satu pertimbangannya kenapa enggak menggunakan water bombing," jelasnya.

Hal yang pasti, ia menegaskan, tim memiliki target agar masalah Gunung Panderman dapat selesai dalam tujuh hari. Tim akan terus memantau bara api benar-benar padam di titik kebakaran. "Nanti kalau masih ada bara api, kita tutup pakai tanah. Itu target kita tujuh hari ke depan," tambahnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA