Sabtu, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 Desember 2019

Sabtu, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 Desember 2019

PDIP: Pertemuan Megawati-Prabowo Jangan Dikaitkan Koalisi

Selasa 23 Jul 2019 18:32 WIB

Rep: Arif Satrio Nugroho/ Red: Ratna Puspita

Sekertaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto

Sekertaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto

Foto: republika/Dian Fath Risalah
Pertemuan Mega-Prabowo diinisiasi dengan semangat gotong royong.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto akan mengadakan pertemuan pada Rabu (23/7) besok. Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto meminta pertemuan itu tak dikaitkan dengan pembentukan koalisi. 

Baca Juga

Hasto mengatakan, pertemuan Mega-Prabowo diinisiasi dengan semangat gotong royong. Hasto menyebut, pertemuan dalam waktu dekat itu sebagai tradisi silaturahim yang baik untuk dijalankan para pemimpin.

"Pertemuan tersebut jangan dimaknakan terlalu jauh dengan pembentukan koalisi. Sebab terkait koalisi pasca pilpres, fatsunnya harus dibahas bersama antara presiden dengan seluruh ketum Koalisi," ujar Hasto dalam keterangannya, Selasa (23/7).

Hasto menyebut, pada saat kampanye pilpres, hubungan antara Mega dan Prabowo berjalan baik, saling menghormati dan tidak pernah terlontar hal-hal yang membuat adanya jarak. Hasto menyebut, Mega meyakini kenegarawanan Prabowo layak diapresiasi. 

"Sifat tersebut memersatukan dan diwarnai dengan dialog antar pemimpin, merupakan hal yang memang seharusnya dilakukan," ujar Hasto. 

Hasto belum mau memberikan informasi lebih lanjut terkait tempat pertemuan. Namun, ia menyebut, pertemuan itu menyangkut aspek mendasar persahabatan antar pemimpin. 

"Meski dalam pilihan politik berbeda, tetap memiliki komitmen untuk berdialog dan meletakkan kepentingan bangsa dan negara di atas segalanya. Apa pun rekonsiliasi pascapemilu penting untuk dilakukan," ujar Hasto menambahkan. 

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA