Monday, 17 Muharram 1441 / 16 September 2019

Monday, 17 Muharram 1441 / 16 September 2019

KPAI akan Cermati Kondisi Anak Nunung

Selasa 23 Jul 2019 18:37 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Konferensi pers terkait informasi mengenai perundungan (bullying) terhadap anak bungsu Nunung di kantor KPAI, Jakarta Pusat, Selasa (23/7). Dalam konferensi itu hadir pihak sekolah, yakni kepala sekolah Syamsuddin (ketiga dari kiri) dan pihak KPAI.

Konferensi pers terkait informasi mengenai perundungan (bullying) terhadap anak bungsu Nunung di kantor KPAI, Jakarta Pusat, Selasa (23/7). Dalam konferensi itu hadir pihak sekolah, yakni kepala sekolah Syamsuddin (ketiga dari kiri) dan pihak KPAI.

Foto: Flori Sidebang / Republika
KPAI mendapat informasi bahwa tidak terjadi perundungan terhadap anak Nunung.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Rita Pranawati mengatakan, pihaknya akan mencermati kondisi anak komedian Nunung Srimulat setelah penangkapan komedian bernama asli Tri Retno Prayudati itu oleh polisi karena kepemilikan sabu-sabu. Menurutnya, pendampingan dan pendalaman tergantung kondisi anak.

"Dari informasi yang dikumpulkan dari berbagai pihak tidak ada tanda-tanda anak Nunung mengalami perundungan," kata Rita dalam jumpa pers di Kantor KPAI, Jakarta, Selasa, usai bertemu dengan pihak sekolah dasar tempat anak dari Nunung bersekolah.

Baca Juga

Menurut Rita, pihak sekolah menyampaikan bahwa informasi anak Nunung mengalami perundungan pada Sabtu (20/7) tidak benar. Ia menjelaskan, pada hari itu tidak ada kegiatan belajar mengajar dan ekstrakurikuler karena libur.

Syamsudin, kepala sekolah tempat anak Nunung belajar, mengatakan selama kurun 22-23 Juli juga tidak ada tanda-tanda perundungan anak dari komedian tersebut. Atas hal itu, Rita ingin memastikan anak Nunung tetap tumbuh dan berkembang dengan baik setelah kedua orang tuanya terlibat kasus narkoba.

Pada waktu awal, menurut dia, efek dari kasus Nunung tidak terasa dampaknya. Tetapi dalam waktu lama jika dibiarkan tanpa penanganan yang baik anak bisa mengalami trauma mendalam.

"Kami akan asesmen bersama psikolog. Kami menjaga kepentingan terbaik anak. Berapa lama tergantung kondisi anak. Prinsipnya kami menjaga tumbuh kembang anak," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA