Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Depok Siapkan 50 Truk untuk Buang Sampah ke Nambo Bogor

Rabu 24 Jul 2019 01:01 WIB

Rep: Rusdy Nurdiansyah/ Red: Endro Yuwanto

Warga melintas di Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Lulut Nambo yang belum beroperasi di Kelapa Nunggal, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (9/4).

Warga melintas di Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Lulut Nambo yang belum beroperasi di Kelapa Nunggal, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (9/4).

Foto: Antara/Yulius Satria Wijaya
Pembuangan sampah ke TPA Cipayung tetap dilakukan namun dibatasi volumenya.

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok sedang mempersiapkan armada truk untuk pengangkutan sampah yang bakal dibuang ke Tempat Pemrosesan dan Pengolahan Akhir Sampah (TPPAS) Nambo di Kabupaten Bogor. Rencananya, pada Septembet 2019 sebagian sampah, yakni 300 ton sampah di Kota Depok setiap harinya akan dibuang ke TPPAS Nambo

"Kami telah mempersiapkan 50 truk, di antaranya 43 truk biasa dan tujuh truk tronton. Nanti teknisnya dari TPS langsung dibuang ke TPPAS Nambo dengan kapasitas 300 ton per hari di tahap awal ini, sampai dengan pertengahan 2020 nantinya akan ditambah lagi sekitar 500 sampai 700 ton per hari," ujar Kepala Bidang Kebersihan dan Kemitraan DLHK Kota Depok, Iyay Gumelar di Balai Kota Depok, Selasa (23/7).

Iyay menambahkan, untuk teknis pembuangan sampah ke Nambo saat ini pihaknya terus melakukan koordinasi dengan Kabupaten Bogor dan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat di bawahnya BPSR Jawa Barat untuk TPPAS Nambo. Biaya pembuangan sampah ke TPPAS Nambo per ton mencapai kurang lebih Rp 140 ribu.

"Sampah yang dibuang ke Nambo dari Depok merupakan sampah baru. Pembuangan sampah ke TPA Cipayung tetap berjalan namun kami lihat kapasitasnya apakah memungkinkan untuk semua dibuang ke Nambo karena saat ini di TPA Cipayung sedang ada kajian revitalisasi. Rencananya nanti TPA Cipayung akan direhab," jelas Iyay.

Selama proses rehab, diharapkan sampah yang masuk ke TPA Cipayung dapat diminimalisasi. "Ada batas maksimal, mungkin TPA Cipayung masih digunakan dan kami terus berupaya untuk mengurangi sampah. Meskipun setiap tahun volume sampah terus bertambah dari sumbernya," kata Iyay.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA