Thursday, 26 Jumadil Akhir 1441 / 20 February 2020

Thursday, 26 Jumadil Akhir 1441 / 20 February 2020

Apa yang Membuat BPJS Kesehatan Terus Defisit?

Rabu 24 Jul 2019 07:26 WIB

Red: Budi Raharjo

Ilustrasi pelayanan di kantor BPJS Kesehatan.

Defisit BPJS Kesehatan dari tahun ke tahun

Foto:
Tata kelola perseroan serta pendataan peserta BPJS Kesehatan perlu diperbaiki.

Anjak piutang

Sehubungan dengan gencarnya pemberitaan soal kesulitan rumah sakit karena keterlambatan pembayaran klaim belakangan, pihak BPJS Kesehatan melansir kesaksian sejumlah rumah sakit yang memanfaatkan fitur perbankan, termasuk anjak piutang alias supply chain financing (SCF).

Kepala Humas BPJS Kesehatan M Iqbal Anas Ma'ruf mengatakan, program SCF bagi mitra faskes BPJS Kesehatan merupakan program pembiayaan oleh bank yang khusus diberikan kepada fasilitas kesehatan mitra BPJS Kesehatan untuk membantu percepatan penerimaan pembayaran klaim pelayanan kesehatan melalui pengambilalihan invoice sebelum jatuh tempo pembayaran.

“Kami sudah memanfaatkan SCF. Alhamdulillah, pemerintah daerah, dalam hal ini bupati, sangat mendukung dan menerbitkan regulasi berupa peraturan bupati yang memperkuat kami untuk memanfaatkan SCF,” ujar Wakil Direktur Keuangan dan Umum RSUD Sayang Cianjur Yusman Faisal, seperti dalam keterangan yang diterima Republika, Selasa.

Yusman juga mengungkapkan, RSUD Sayang Cianjur sudah melakukan penghematan dalam hal pengelolaan operasional, mulai dari mengkaji ulang unit cost dan belanja operasional sesuai dengan kebutuhan rumah sakit. Tambahan dari skema SCF juga membantu memperlancar operasional dan cash flow rumah sakit. Menurut dia, RSUD Sayang Cianjur sudah tiga kali menggunakan SCF sejak Mei 2019 dan pembayaran kepada pihak ketiga, seperti penyedia obat dan jasa medis, juga lancar.

Hal yang sama juga disampaikan Direktur RSUD Pelabuhan Ratu Sukabumi Asep Rustandi. Menurut dia, alternatif pembiayaan melalui SCF dapat dimanfaatkan untuk menjaga kesinambungan operasional rumah sakit.

Direktur RSUD Cimacan Cipanas, Cianjur, Darmawan mengatakan, SCF merupakan solusi yang dapat ditawarkan kepada rumah sakit sambil menunggu proses pembayaran klaim dari BPJS Kesehatan. RSUD Cimacan saat ini juga sedang melakukan proses pengajukan SCF ke salah satu mitra perbankan.

Di pihak lain, Kepala Subbagian Hukum dan Humas RSUD Kota Bogor Taufik Rahmat mengatakan, anjak piutang dengan pihak bank memiliki batas kontrak. Oleh kata itu, jika BPJS Kesehatan masih telat dalam pembayaran, fasilitas dan pengadaan obat dapat terganggu.

Taufik mengatakan, jika hingga Agustus tidak ada pembayaran klaim BPJS, kekurangan obat di RSUD Kota Bogor tidak terhindarkan. n Dedy Darmawan Nasution, Rr Laeny Sulistyawatizainur mahsir ramadhan ed: fitriyan zamzami

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA