Wednesday, 8 Sya'ban 1441 / 01 April 2020

Wednesday, 8 Sya'ban 1441 / 01 April 2020

PKB Ingin Jadi Partai Lebah

Rabu 24 Jul 2019 07:33 WIB

Red: Joko Sadewo

Wakil Presiden Jusuf Kalla menghadiri acara hari lahir (harlah) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ke-21 di Kantor Pusat DPP PKB, Jakarta Pusat, Selasa (23/7).

Wakil Presiden Jusuf Kalla menghadiri acara hari lahir (harlah) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ke-21 di Kantor Pusat DPP PKB, Jakarta Pusat, Selasa (23/7).

Foto: Setwapres.
PKB ingin memberi manfaat dan obat atas persoalan bangsa

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Keluarkan logo Lebah, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ingin meresapi filosofi lebah. PKB berharap bisa semakin bermanfaat memberi solusi persoalan bangsa.

Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar mengatakan, partainya ingin konsisten mengawal nilai-nilai Islam Ahlusunnah waljamaah. .

“PKB selalu berusaha istiqamah dan konsisten dalam mengawal nilai-nilai juang Islam Ahlusunnah waljamaah, Islam rahmatan lil'alamin, yang menjadi bagian dari gagasan pemikiran dan kebijakan langkah,” tutur Muhaimin saat memberikan pidato pada peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-21 PKB, di kantor DPP PKB, Jakarta, Selasa (23/7).

Sosok yang akrab yang disapa Cak Imin ini menambahkan, dirinya akan tetap mengawal ideologi perjuangan partai yang berbasis kebangsaan, kemanusiaan, keadilan, dan demokrasi, baik melalui perjuangan di pemerintahan, legislatif, maupun di akar rumput masyarakat. Cak Imin juga memohon doa restu agar pada usia ke-21 tahun ini PKB dapat semakin bermanfaat dan mampu memberikan solusi bagi masalah kebangsaan.

Secara khusus, harlah PKB kali ini juga mengenalkan logo lebah. Menurut Cak Imin, logo lebah ini merupakan penggambaran dari surah an-Nahl dalam Alquran. PKB bercita-cita ingin menjadi partai yang meresapi filosofi lebah, yakni bermanfaat untuk semua orang, terutama mampu menjadi obat bagi seluruh permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia.

“Kita berharap di usia 21 ini PKB benar-benar bermanfaat memberikan solusi memberikan obat bagi seluruh tantangan kehidupan masyarakat bangsa dan negara,” ujarnya.

Ketum PKB juga berpesan agar seluruh kader tetap berpegang pada misi kemaslahatan yang diamanatkan para pendiri partai, yaitu dengan cara menjelma menjadi partai yang melayani masyarakat. Selain itu, pada harlah ke-21 ini, Cak Imin menyampaikan rencana Muktamar PKB akan digelar pada 20 Agustus 2019 di Pulau Bali.

“Mohon doa restunya, tema muktamar yang akan kita langsungkan 20 Agustus 2019 di Bali yaitu Melayani Ibu Pertiwi, PKB untuk semua,” ujar Cak Imin. Pemilihan lokasi di Bali mempertimbangkan faktor rekreasi bagi seluruh kader yang telah berjuang keras pada Pemilu 2019 lalu hingga PKB berhasil meraih 13.570.097 suara atau 9,69 persen. Ia berharap Muktamar PKB di Bali dapat menghasilkan program yang sesuai dengan misi dan harapan yang dicita-citakan pendiri partai.

Sebab, kata Cak Imin, ada amanah dari pendiri partai yang dititipkan kepada seluruh pengurus DPP PKB. “Mari kita teruskan di usia ke-21 tahun ini seluruh amanah juang kita. Mari kita teruskan seluruh harapan yang telah dititipkan di pundak kita. Apa yang belum kita lakukan, apa yang belum berhasil kita jalankan adalah amanah yang harus kita buktikan untuk kita wujudkan,” kata Cak Imin.

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) yang hadir di harlah PKB memuji pencapaian PKB di usia 21 tahun. Salah satunya peningkatan perolehan suara di pemilihan legislatif (pileg) 2019. Namun, kata JK sembari berkelakar, raihan PKB tersebut belum menyamai Partai Golkar.

"Seperti disampaikan tadi, dengan 21 tahun, dengan penuh perjuangan mempunyai hasil yang baik, suara PKB setiap lima tahun naik. Tapi belum sampai ke Golkar, ya, Pak," tutur JK sambil tertawa, di kantor DPP PKB, Jalan Raden Saleh, Jakarta, Selasa (23/7).

JK juga mengapresiasi sumbangsih PKB selama 21 tahun berkiprah dalam dunia politik di Indonesia. Menurut JK, PKB mampu melahirkan presiden pertama yang dipilih pascareformasi, yakni Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Selain itu, saat ini wakil presiden terpilih Ma'ruf Amin juga merupakan salah satu pendiri PKB.

"Tentu banyak hal yang telah dibuat, juga PKB ini luar biasa dalam waktu yang singkat. Presiden Gus Dur PKB, nanti pengganti saya pendiri PKB, Pak Ma'ruf. Apa yang dicapai sudah luar biasa dan patut disyukuri dalam waktu 21 tahun itu," kata JK.

JK berharap PKB menjadi partai yang terus memberikan sumbangsih bagi kepentingan bangsa. "(PKB) memperjuangkan apa yang diinginkan dan apa yang diharuskan partai untuk rakyat, yang diharapkan PKB mencapai cita cita kebangsaan bagaiamana bangsa ini maju dan berkembang secara adil," ujar JK.

Acara peringatan harlah PKB juga dihadiri sejumlah tokoh nasional, antara lain Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj, Ketua MPR yang juga Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid dan Ahmad Basarah, Sekretaris Jenderal PAN Eddi Soekarno, dan Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri.



n Arif Satrio Nugroho, Fauziah Mursid, ed:agus raharjo

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA