Monday, 6 Sya'ban 1441 / 30 March 2020

Monday, 6 Sya'ban 1441 / 30 March 2020

Kemarau, Produksi Beras Nasional Diprediksi Turun 2 Juta Ton

Rabu 24 Jul 2019 09:35 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Karta Raharja Ucu

Pekerja memanggul karung beras Bulog di Gudang Bulog Kelapa Gading, Jakarta, Kamis (4/7/2019).

Pekerja memanggul karung beras Bulog di Gudang Bulog Kelapa Gading, Jakarta, Kamis (4/7/2019).

Foto: Antara/Nova Wahyudi
Pemerintah diminta segera antisipasi hilangnya produksi beras nasional

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mundurnya musim tanam sejak tahun lalu, diprediksi membuat produksi beras nasional tahun ini menurun. Bahkan menurut Ketua Asosiasi Bank Benih Tani Indonesia (AB2TI) Dwi Andreas Santosa, penurunan produksi bisa mencapai dua juta ton.

Karena itu, ia meminta meminta pemerintah menyiapkan langkah penanganan atas penurunan produksi itu. "Produksi beras bisa lebih rendah, saya prediksi turunnya sekitar 2 juta ton dibanding tahun lalu, sehingga pemerintah perlu antisipasi dan betul-betul hitung stoknya biar kalau terjadi apa-apa bisa lakukan tindakan. Di sisi lain, harga beras akan terus naik sehingga pemerintah perlu waspada sampai Maret 2020," katanya pada Republika.co.id, Selasa (23/7).

Apalagi menurut Dwi, periode tanam saat ini bertepatan dengan kemarau. "Musim tanam yang biasanya Oktober-November bergeser tahun lalu jadi November-Desember, sehingga panen bergeser yang puncaknya Februari-Maret jadi Maret-April. Nah karena pergeseran ini menyebabkan musim panen kedua mundur ke sekitar Agustus, padahal itu puncak kemarau," ujar dia.

Guru Besar ilmu Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB) ini menilai, penurunan produksi ini tak banyak dipengaruhi oleh faktor iklim dan cuaca. Sebab menurutnya, tak ada perubahan cuaca dan iklim yang signifikan tahun ini terhadap pertanian.

"Tidak begitu berdampak, sebenarnya siklus biasa saja, sudah terjadi beberapa tahun lalu. Bahkan di 2015 pernah juga kemarau agak panjang plus el nino saat itu. Sebenarnya ini siklus biasa, tidak perlu disikapi berlebihan," ucapnya.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA