Saturday, 23 Zulhijjah 1440 / 24 August 2019

Saturday, 23 Zulhijjah 1440 / 24 August 2019

Pengamat Apresiasi Kesediaan Elite Politik Bersilaturahim

Rabu 24 Jul 2019 11:10 WIB

Rep: Nugroho Habibi/ Red: Andri Saubani

Suasana pertemuan Jokowi dan Prabowo pascapilpres di stasiun MRT, Jakarta

Suasana pertemuan Jokowi dan Prabowo pascapilpres di stasiun MRT, Jakarta

Foto: BPMI
Prabowo akan mengunjungi Megawati di kediaman Jalan Teuku Umar siang ini.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat politik Usep S Ahyar mengungkapkan rencana pertemuan antara Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak ada yang aneh. Menurutnya, pertemuan lumrah dilakukan elite politik.

Baca Juga

"Jadi tidak ada hal aneh pada pertemuan itu, hanya menjadi istimewa karena dilakukan setelah kompetisi keras pada pilpres 2019 kemaren," ungkap Usep saat dihubungi, Rabu (24/7).

Pada dasarnya, Direktur Riset Populi Center menjelaskan, pertemuan elite politik berdampak positif bagi bangsa ke depan. Sebab, dengan pertemuan komunikasi dapat berjalan untuk membahas persoalan bangsa yang harus segera diselesaiakan.

Karena itu, Usep menyatakan, kesediaan elite politik bersilaturahim harus diapresiasi untuk memberi kesan dan tauladan yang baik bagi masyarakat. Dia menuturkan, jika semua pihak bersilaturahim maka serumit apapun persoalan bangsa dapat diselesaikan.

"Hal yang posistif untuk memberi kesan dan tauladan yang baik bagi rakyat bahwa kepentingan bangsa diatas segalanya dan serumit apa pun persoalan akan bisa diselesaikan jika semua pihak bersedia bersilaturrahim," tegasnya.

Usep menyatakan, pertemuan tokoh masih dinanti hasilnya akankah terjadi negosiasi kekuasan (power sharing) atau murni kepentingan bangsa. "Mungkin ada pembicaraan kerangka besar soal sharing of power, kemudian berbagi peran-peran dalam berbangsa dan bernegara menurut saya, dalam politik adalah sesuatu yang tidak dapat dihindarkan, who get what?" ucapnya.

Meskipun demikian, Usep menyebut, masyarakat berharap pertemuan tersebut dapat menyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh bangsa. Jangan sampai, kata Usep, pertemuan Prabowo dengan Mega-Jokowi hanya berbagi jatah kekuasan semata.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono membeberkan akan ada pertemuan antara Prabowo dan Presiden Jokowi sebagai tindak lanjut pertemuan pada Sabtu (13/7) lalu. Namun, kali ini, dalam pertemuan keduanya, Jokowi akan didampingi Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

"Kalau tidak ada halangan, besok (Rabu) Pak Prabowo, Ibu Mega, dan Kangmas Joko Widodo bertemu jam 12.00 WIB," kata Arief, Selasa.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA