Sabtu, 23 Zulhijjah 1440 / 24 Agustus 2019

Sabtu, 23 Zulhijjah 1440 / 24 Agustus 2019

Auditor Harus Melek Kemajuan Teknologi

Rabu 24 Jul 2019 11:42 WIB

Red: EH Ismail

Pengurus Institute Internal Auditor Indonesia

Pengurus Institute Internal Auditor Indonesia

Foto: Institute Internal Auditor
Profesi auditor pun bisa terpengaruh akibat dari revolusi industri ini.

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO – The Institute of Internal Auditors Indonesia (IIA Indonesia) kembali menghadirkan konferensi nasional tahunannya di Solo pada tanggal 24-25 Juli 2019. Berbagai perusahaan kini telah berinvestasi di industri 4.0 dan menggunakan teknologi dalam pengambilan keputusan yang lebih tepat waktu. 

Sebagai hasilnya, mereka menikmati terobosan dalam meningkatkan profitabilitas, kepuasan pelangan, efisiensi, kualitas, keamanan, biaya dan lain sebagainya. Tidak ada definisi yang jelas untuk revolusi industri 4.0. 

Karena dinamika ini lebih pada inisiatif yang melibatkan integrasi digital atas teknologi dengan obyek dan sumber daya manusia di sepanjang proses bisnis dalam upaya meningkatkan daya saing. Teknologi yang dimaksud disini adalah teknologi tingkat lanjut seperti big data, advanced analytics, artificial intelligence, virtual and augmented reality, machine learning, robotic process automation, dan lain sebagainya. Obyek yang dimaksud mencakup produk, mesin, komputer, telepon selular, tablet, robotics, 3-D printing, dan lain sebagainya.

“Berbagai perkembangan ini akan membawa dampak beragam termasuk dampak baik positif maupun negatif, dan bisa berpengaruh terhadap eksistensi model bisnis saat ini,” kata Vice President Institute of Internal Auditors Indonesia Angela Simatupang di Solo (23/7).

Angela menjelaskan masa jaya dan suram dari Nokia, Fuji Film, Blackberry, dan berbagai industri lainnya. Kedatangan masa suram sangat cepat dan berlangsung singkat tapi dapat berdampak sangat besar.

Selain pada model bisnis, profesi auditor pun bisa terpengaruh akibat dari revolusi industri ini. Beberapa pertanyaan antara lain apakah profesi auditor masih diperlukan dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih. Angela menjelaskan bahwa perubahan ini tidak perlu ditakuti, namun justru dirangkul.

“Kesiapan auditor internal merupakan salah satu kunci memasuki era baru dengan baik tanpa benturan yang merugikan serta tetap berada dalam arah yang direncanakan (true north),” kata Presiden IIA Indonesia Hari Setianto.

Auditor internal harus berperan mencegah risiko. Bersama merumuskan berbagai kajian untuk menghadapi dampak teknologi khususnya teknologi dalam era 4.0. Auditor internal melalui pemberian keyakinan yang memadai kepada pemangku kepentingan. Auditor bekerja, bahwa seluruh risiko utama yang signifikan telah termitigasi dengan baik oleh penanggung jawab proses bisnis.

“Melihat perkembangan diatas, konferensi tahun ini mengusung tema “'Empowering Internal Auditors: Embracing the 4IR”, ujar Rizki Rangkuti, ketua panitia IIA Indonesia National Conference 2018 yang juga merupakan Governor IIA Indonesia. 

Rizki memaparkan bahwa konferensi ini akan dihadiri sekitar 500 orang, dan menghadirkan lebih dari 20 pembicara dari Indonesia serta dari luar negeri. Tahun ini, kami menghadirkan 18 sesi bahasan topik terkini yang relevan dan penting bagi profesi ini untuk bisa keep up dengan perkembangan zaman. 

Profesi ini di Indonesia harus siap, apalagi mengingat Indonesia merupakan salah satu ekonomi terbesar di Asia Tenggara, negara dengan populasi ke-4 tertinggi di dunia, dan akan masuk dalam 10 besar ekonomi dunia. Tentunya profesi ini punya tanggung jawab besar untuk bisa mengawal kemajuan bangsa dan negara.

Dalam konferensi IIA Indonesia 2019 bulan Juli ini akan ada bahasan yang spesifik mengenai sektor publik dan swasta, BUMN. Konferensi ini bisa menjadi sumber ilmu yang bermanfaat dan forum untuk bisa mengenal dan berdiskusi tentang peningkatan kualitas audit.

Karena didukung oleh lebih dari 20 pembicara yang terkenal di bidangnya, seperti dari IIA Global, Otoritas Jasa Keuangan, Kementrian Keuangan, Kementrian BUMN, BPKP, BRI, Astra International, SKK Migas, Jasa Raharja, RSM, EY, PWC, Badan Siber dan Sandi Negara, Badan Standarisasi Nasional, PTPN IX, LinkAja dan masih banyak lainnya.

IIA Indonesia, menjelaskan bahwa Institute Internal Auditors (IIA) merupakan organisasi profesi yang memayungi profesi auditor internal di seluruh dunia. IIA Indonesia didedikasikan untuk kemajuan dan pengembangan profesi auditor internal di Indonesia dan merupakan rumah dari asosiasi profesi auditor internal di Indonesia. 

Secara global IIA memiliki 200,000 anggota di lebih dari 165 negara, dan di Indonesia tercatat ada sekitar 3,000 profesional yang menjadi anggota IIA Indonesia. Seluruh Governor yang mengawasi pengelolaan institusi ini merupakan relawan yang ditunjuk oleh para anggotanya. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA