Tuesday, 7 Sya'ban 1441 / 31 March 2020

Tuesday, 7 Sya'ban 1441 / 31 March 2020

PDIP Sodorkan Ahmad Basarah untuk Isi Kursi MPR RI

Rabu 24 Jul 2019 12:08 WIB

Rep: Ali Mansur/ Red: Andri Saubani

Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Ahmad Basarah

Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Ahmad Basarah

Foto: Republika TV/Havid Al Vizki
Kursi ketua MPR saat ini tengah menjadi rebutan partai politik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kursi ketua Majelis Permusyarawatan Rakyat (MPR) RI tengah menjadi incaran partai politik (parpol), tak terkecuali PDI Perjuangan. Bahkan partai pemenang pemilihan legislatif (Pileg) 2019 itu telah menyiapkan sejumlah nama, salah satunya adalah Ahmad Basarah.

Pernyataan ini disampaikan oleh Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto. Menurut Hasto, karena pemilihan ketua MPR RI menggunakan sistem paket, maka pihaknya akan menggunakan modal dasar yang dimiliki, sebesar 60,7 persen persentase kursi Koalisi Indonesia Kerja di parlemen.

"Nanti akan musyawarah saja kan semua partai menyiapkan nanti kita cari. kalau semua partai menyiapkan kami cari yang terbaik," ujar Hasto di kediaman ketua umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat, Rabu (24/7).

Hasto menambahkan, jika semua parpol menyiapkan calon untuk ketua MPR RI maka pihaknya akan mencari yang terbaik. Kriterianya yaitu yang memiliki komitmen dalam empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara. Apalagi, kata Hasto, PDI Perjuangan juga mempunyai agenda strategis untuk MPR RI.

"PDI Perjuangan punya komitmen agenda strategis utk mengembalikan Marwah MPR sebagai majelis permusyawaratan rakyat yang punya kewenangan di menetapkan konsepsi haluan pola nasional kita," ungkapnya.

Meski sudah menyiapkan nama, sambung Hasto, tapi tetap yang mengambil keputusan adalah Megawati. Hasto menilai Megawati sangat detail dalam mencermati kader-kader. Sebagai contohnya, Hasto Wardoyo seorang dokter dan bupati kemudian dipromosikan atau diusulkan menjadi kepala badan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

Sementara itu, terkait absennya wakil PDI Perjuangan pada pertemuan partai Koalisi Indonesia Kerja (KIK) di kantor DPP Nasdem beberapa waktu lalu, PDI Perjuangan tengah melakukan agenda internal. Yakni persiapan Kongres V yang akan diadakan 8 Agustus 2019 mendatang. Hasto sendiri mengaku, saat itu tengah berada di Bali, sehingga tidak bisa menggantikan Megawati untuk hadir.

"Kami baru persiapan HUT bapak Surya paloh sama, mengadakan kongres maksudnya dan itu dalam rangka ultah surya Paloh. Saya sendiri sedang berapa di Bali," tutur Hasto.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA