Monday, 6 Sya'ban 1441 / 30 March 2020

Monday, 6 Sya'ban 1441 / 30 March 2020

PKS Anggap Pertemuan Prabowo-Mega Ikhtiar Redakan Ketegangan

Rabu 24 Jul 2019 20:14 WIB

Rep: Ali Mansur/ Red: Ratna Puspita

Pertemuan Megawati dengan Prabowo, Rabu (24/7).

Pertemuan Megawati dengan Prabowo, Rabu (24/7).

Foto: Republika TV/Muhammad Rizki Triyana
Pertemuan Prabowo-Megawati adalah peristiwa politik biasa antarelite politik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyambut positif pertemuan antara ketua umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto dengan PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri di Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat, Rabu (24/7). PKS menganggap pertemuan ini sebagai bagian dari ikhtiar Prabowo dalam meredakan ketegangan pascapemilihan presiden.

Baca Juga

"Bisa jadi PS (Prabowo Subianto) akan melanjutkan road show politiknya ketemu dengan ketua-ketua partai politik lainnya," ujar politikus PKS Handi Riza saat dihubungi melalui pesan singkat, Rabu (24/7).

Handi menambahkan, pertemuan Prabowo-Megawati adalah peristiwa politik biasa antarelite politik. Karena itu, Handi meminta agar tidak perlu dipersoalkan dan ditanggapi secara berlebihan.

Kemudian, pertemuan tersebut juga tidak perlu juga diproyeksikan macam-macam. "Jadi yang tau maksud dan tujuan dari pertemuan tersebut, Pak PS dan Bu Mega sendiri. Kami juga tidak mau masuk terlalu jauh, sejauh ini komunikasi kami dng PS juga baik," ucap Handi.

Dalam pertemuan itu, Prabowo didampingi Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani dan Ketua DPP Partai Gerindra Edhy Prabowo. Dalam pertemuan itu, Prabowo mengaku selalu mendapatkan kehormatan dan perlakuan baik dari Megawati.

Meski berbeda pandangan sikap politik yang tidak prinsip, ia mengatakan, pada hakikatnya sama-sama memiliki jiwa patriot dan komitmen terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). "NKRI sebagai harga mati. Jadi kalau ada perbedaan itu biasa, diujung selalu melanjutkan menyambung tali persaudaraan tali, kekeluargaan dan hubungan yang rukun. Sehingga kita membantu mengatasi masalah-masalah kebangsaan," tegas mantan Danjen Kopassus tersebut. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA