Thursday, 12 Syawwal 1441 / 04 June 2020

Thursday, 12 Syawwal 1441 / 04 June 2020

Petani di Bandung Raya Raup Untung Harga Cabai Mahal

Kamis 25 Jul 2019 11:16 WIB

Rep: M Fauzi Ridwan/ Red: Indira Rezkisari

Cabai.

Cabai.

Foto: Fakhri Hermansyah
Petani harap harga cabai bisa di titik yang bagus bagi petani dan konsumen.

REPUBLIKA.CO.ID, SOREANG -- Sejumlah petani cabai di Pangalengan, Kabupaten Bandung dan di Lembang, Kabupaten Bandung Barat mengaku memperoleh untung dengan kondisi harga cabai yang mahal. Keuntungan yang diperoleh saat ini menjadi insentif bagi petani yang sebelumnya mengeluhkan harga cabai yang di bawah standar.

"Harga mahal insentif bagi petani. Tapi tidak semua petani punya (lahan cabai). Kemarin petani yang panen cabai murah terus sekarang tidak menanam hanya gigit jari," ujar Juhara, petani cabai di Pangalengan, Kamis (25/7).

Ia mengungkapkan, satu pekan terakhir harga cabai keriting di tingkat petani mencapai Rp 47-46 ribu per kilogram. Namun, saat ini menurun kembali menjadi Rp 40-42 ribu per kilogram. Penurunan harga tersebut dipengaruhi pasokan yang datang dari Jawa Tengah dan minimnya pembeli di pasar.

"Tapi saya lihat di televisi harga cabai di pasar sampai Rp 70-80 ribu," ungkapnya. Katanya, harga cabai rawit di tingkat petani saat ini mencapai Rp 55-56 per kilogram. Menurutnya, harga cabai mahal merupakan keinginan petani. Namun di satu sisi konsumen ingin harga murah.

"Kalau bisa (harga) di atas BEP kisaran Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu. Petani tersenyum dan konsumen juga akan tersenyum," katanya. Katanya, satu tahun terakhir petani cabai mengeluhkan harga cabai yang murah. Sehingga banyak yang enggan menanam cabai karena takut merugi.

"Harga tinggi di pasaran karena supply dan demand. Ketersediaan cabai harus dijaga," katanya. Dirinya memperkirakan jika harga cabai akan tetap tinggi hingga Januari-Februari mendatang.

Petani asal Suntenjaya, Lembang, Yayan mengungkapkan biaya menanam cabai hingga memanen di musim kemarau relatif besar. Sehingga kenaikan harga cabai di pasaran menjadi keuntungan petani dan bisa menutup biaya operasional dan produksi.

Ia mengungkapkan, harga per kilogram cabai sebesar Rp 60 ribu di tingkat petani saat ini menghasilkan keuntungan yang masih minim. Dirinya pun berharap agar harga bisa naik.

Dia mengatakan dengan kondisi musim kemarau saat ini kualitas cabai relatif kurang. Menurutnya, dari 15 ribu pohon maksimal hanya menghasilkan panen 3 kuintal cabai. Sedangkan kondisi cuaca stabil bagus bisa sampai 5 kuintal.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA