Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Ketum Golkar: Komposisi Koalisi Jokowi-Maruf Sudah Nyaman

Kamis 25 Jul 2019 16:44 WIB

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Andi Nur Aminah

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, mewakili menteri BUMN, mendengarkan usulan saat rapat kerja dengan Kementerian BUMN dan Komisi VI DPR RI di gedung DPR RI Jakarta, Senin (17/6/2019).

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, mewakili menteri BUMN, mendengarkan usulan saat rapat kerja dengan Kementerian BUMN dan Komisi VI DPR RI di gedung DPR RI Jakarta, Senin (17/6/2019).

Foto: Antara/Nova Wahyudi
Namun internal koalisi sendiri terus menjalin komunikasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, mengaku komposisi partai politik (parpol) pengusung Jokowi-Ma'ruf saat ini sudah solid dan nyaman. Meski begitu, ia tetap membuka komunikasi dengan pimpinan parpol lain yang saat ini di luar lingkaran koalisi.

Baca Juga

"Saya katakan koalisi kan solid. Dengan posisi sekarang, koalisi rasanya nyaman. (Namun) terhadap partai-partai lain juga komunikasi terbuka juga dan lancar," ujar Airlangga di Istana Negara, Kamis (25/7).

Airlangga juga menyampaikan bahwa internal koalisi sendiri terus menjalin komunikasi. Menurutnya, pertemuannya dengan Ketua Umum Nasdem Surya Paloh, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, dan Plt Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa adalah hal wajar demi menjaga komunikasi koalisi.

Sementara itu, Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko menyebut keberadaan koalisi partai politik sangatlah dinamis. Menurutnya, sesuai kajiannya saat masih bertugas di Lemhanas, tak ada koalisi partai yang bersifat permanen dalam politik.

“Pernah kita waktu di Lemhanas mencoba memikirkan mungkinkan terjadi koalisi permanen, di Lemhanas sudah kita kaji. Ternyata politik ya begitulah maksudnya tidak ada sesuatu yang permanen. Semuanya sangat dinamis dan selalu mencari keseimbangan baru, rumus politik sudah seperti itu,” kata Moeldoko di Kompleks Istana Presiden. 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA